Apa Efek Alergi Polusi Udara?

Polusi udara menjadi salah satu momok paling mengganggu yang dapat membuat kegiatan umat manusia mengalami perubahan yang tidak menentu. Salah satu Dirjen WHO yakni Margaret Chan mengungkapkan bahwa polusi udara termasuk ke dalam bahaya yang sangat mematikan terlebih untuk anak-anak. Ketahuilah beberapa dampak alergi yang ditimbulkan oleh masalah ini.

 Tipe Polusi Udara yang Menyebabkan Alergi

Alergi dapat diakibatkan oleh beberapa hal, salah satunya yaitu polusi udara. Orang yang mengalami alergi karena terkena polutan akan mengalami beberapa gejala yang cukup menjengkelkan dan layaknya alergi pada umumnya, kondisi ini pun akan terjadi selama beberapa saat.

Ada beberapa tipe polusi udara yang mampu membuat seseorang mengalami alergi, seperti:

  • Polusi yang Ada di Ruangan

Salah satu tipe polusi udara yang dapat mengancam sistem pernapasan manusia adalah polusi udara yang berada di dalam ruangan. Terkadang, banyak masyarakat yang tidak terlalu memahami bahwa polusi yang terjadi di suatu ruangan tertutup seperti kamar atau rumah sendiri dapat berisiko tinggi untuk mengganggu kinerja sistem pernapasan di dalam tubuh.

Bahkan, sebuah penelitian telah membuktikan bahwa tingkat risiko polusi yang terjadi di suatu ruangan berkali-kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan polusi yang ada di luar rumah. Kondisi ini umumnya disebabkan karena ada debu dan beberapa polutan yang menumpuk pada satu titik ruangan tertentu, dan dapat membuat seseorang mengalami alergi apabila terpapar.

Gejala alergi yang dialami dapat bervariasi tergantung dari jenis polutan dan kondisi tubuh seseorang, namun yang paling sering terjadi yaitu tenggorokan mereka akan terasa gatal, bersin, batuk pilek, pusing, mata tampak merah, dan terkadang mual-mual. Semua gejala itu bisa dialami oleh siapa saja baik itu anak-anak hingga orang dewasa.

Terkadang, polusi ini disebabkan karena penghuni rumah merokok di dalam ruangan tertutup yang tidak memiliki sistem ventilasi baik. Akibatnya, asap rokok yang tersisa tidak bisa keluar dari ruangan tersebut dan memenuhi udara yang ada di dalamnya. Selain asap rokok, polusi di dalam rumah bisa pula diakibatkan oleh debu, obat nyamuk semprot, cat tembok, atau cairan pembersih ruangan.

 

  • Polusi Udara dari Luar Ruangan

Selain dari dalam rumah, polusi udara juga lebih sering ditemukan terjadi pada luar ruangan yang lebih luas. Di Indonesia sendiri, polusi udara di luar ruangan memiliki kadar bahaya yang tidak bisa diremehkan sebab mayoritas masyarakat tetap memilih untuk menggunakan alat transportasi pribadi dan enggan untuk menggunakan transportasi yang ramah lingkungan.

Berdasarkan suatu penelitian, negara Asia memiliki kadar polusi udara di luar ruangan yang jauh lebih tinggi apabila dibandingkan dengan beberapa negara barat. Tentu saja, hal tersebut membawa dampak yang sangat buruk terhadap kesehatan paru-paru dan terkadang dapat membuat penderita merasa tidak mudah untuk bernapas apabila terpapar polusi dalam jangka panjang.

Faktor yang menyebabkan polusi udara dari luar ruangan biasanya dikarenakan adanya asap kendaraan, emisi dari bahan bakar, debu jalanan yang beterbangan, asap pabrik, dan lain-lain. Polusi udara yang disebabkan oleh asap kendaraan terbukti mampu membuat seseorang mengalami asma dan memicu munculnya reaksi alergi terhadap orang yang terkena polusi tersebut.

 Apa Efek Alergi Polusi Udara?

 

Mengapa Polusi Udara Membuat Alergi

Seperti yang sudah menjadi rahasia umum, polusi udara terdiri atas beberapa zat penyebab alergen yang mampu meningkatkan terjadinya risiko penyakit alergi. Terlebih, polusi udara mengandung beberapa kotoran yang mampu menurunkan kinerja sistem pernapasan apabila masuk melalui hidup secara tidak sengaja.

Apabila zat tersebut terhirup ke dalam tubuh, maka secara otomatis sistem kekebalan tubuh akan bekerja untuk mengusir masalah tersebut dengan menciptakan antibodi yang menyebabkan penderita merasakan gejala alergi. Beberapa penyakit alergi yang dipicu karena polusi udara yaitu asma, alergi kulit, pilek alergi, dan konjungtivitis alergi.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa sebanyak 18 persen kasus asma terjadi setelah penderita terpapar oleh udara yang kotor. Bayi yang berusia di bawah satu tahun dan ibu hamil memiliki risiko tinggi terkena paparan polusi yang berada di lalu lintas, sehingga lebih baik untuk menjaga kesehatan dengan lebih berhati-hati.

 

Tips Ampuh Mengurangi Risiko Terkena Polusi Udara

Ada beberapa langkah yang bisa ditempuh agar tidak terkena paparan zat polusi udara di dalam ruangan, seperti:

  • Senantiasa membersihkan diri dengan mandi dan mencuci pakaian secara langsung setelah melakukan aktivitas di luar ruangan agar tidak ada polutan atau debu yang menempel di tubuh
  • Hindari memakai cairan pembersih rumah tangga yang di dalamnya terdapat klorin dan amonia
  • Gunakan pengharum ruangan yang berasal dari bahan-bahan alami sebab produk pengharum ruangan terkadang dibuat dari bahan kimia yang memicu alergi
  • Pakai semprotan hidung untuk mengurangi gejala alergi, dan cari produk yang berisi air aline
  • Pastikan ruangan di dalam rumah memiliki sistem ventilasi yang baik
  • Pakai purifier yang terbukti ampuh untuk mengganti kualitas udara

 Sementara itu, Anda juga harus tetap berhati-hati ketika berada di luar ruangan agar tidak terkena polusi udara. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan ketika berada di luar yaitu:

  • Selalu gunakan masker pelindung wajah sehingga udara yang kotor dapat tersaring dengan mudah.
  • Usahakan Anda tidak memilih rumah yang memiliki lokasi terlalu dekat dengan jalan raya agar tidak terkena paparan debu setiap harinya.
  • Usahakan untuk bepergian pada jam yang sudah lengang agar tidak terkena paparan asap kendaraan.
  • Apabila mengendarai mobil, tutup kaca jendela secara rapat terlebih ketika sedang terkena macet.
  • Usahakan untuk tidak beraktivitas terlalu sering di luar rumah

 

Bahaya Polusi Udara Terhadap Paru-Paru

Pilek alergi karena polutan yang ada udara dapat menyebabkan beberapa penyakit di bawah ini apabila tidak segera diobati:

  • Otitis media atau peradangan telinga bagian tengah.
  • Polip hidung atau munculnya benjolan di dalam hidung.
  • Sinusitis atau hidung mengeluarkan lendir terlalu sering.

 

Kelebihan Menggunakan Purifier yang Terbaru

Agar terhindar dari bahaya alergi karena polusi udara, Anda bisa mencoba memanfaatkan purifier. Alat yang satu ini sangat canggih dan memiliki beberapa kelebihan seperti berikut:

  • Mampu Meningkatkan Kualitas Udara

Pada ruangan yang terpapar polusi udara, purifier mampu mengurangi kadar polusi tersebut. Sebab, alat ini sangat ampuh untuk menghilangkan zat penyebab polusi yang sangat mengganggu banyak manusia.

 

  • Mengurangi Risiko Alergi

Ketika udara yang ada di ruangan diperbaiki oleh purifier, maka penghuni rumah pun tidak akan merasa cemas akan risiko alergi. Anda dapat beraktivitas dengan lebih leluasa dan menghirup udara yang bersih.

 Untuk itulah, Anda dapat membeli alat purifier ini dengan mengunjungi http://drewcare.id/. Situs ini telah menyediakan beberapa jenis purifier yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda, lalu rasakanlah sensasi beraktivitas di dalam rumah tanpa gangguan debu lagi.