Bahaya Keracunan Gas Karbon Monoksida

Kondisi ketika karbon monoksida beredar di dalam darah sehingga menyebabkan gejala-gejala atau keluhan tertentu merupakan kondisi di mana seseorang mengalami keracunan monoksida. Kondisi tersebut dapat terjadi oleh karena seseorang menghirup gas tersebut dalam jumlah yang cukup banyak.

Karbon monoksida itu sendiri merupakan jenis gas yang dihasilkan dari pembakaran kayu, batu bara dan juga pemakaian bahan bakar di kendaraan-kendaraan bermotor. Kondisi keracunan monoksida memang cukup membahayakan bagi kesehatan. Berikut ini akan diulas mengenai bagaimana cara mencegah terjadinya keracunan monoksida.

 

Bagaimana Cara Mencegah Keracunan Monoksida?

Ketika seseorang telah terpapar ataupun tanpa sengaja menghirup gas monoksida, maka kemampuan mengikat oksigen oleh darah pun akan cenderung berkurang. Ketika hal tersebut terjadi, tubuh nantinya akan mengalami hipoksia, yaitu keadaan dimana kekurangan oksigen. Berikut ini adalah cara untuk Anda tercegah dari keracunan monoksida, antara lain yaitu:

  • Hindari untuk memanggang ataupun membakar sesuatu di ruangan yang tidak memiliki ventilasi.
  • Hindari untuk berada di dalam mobil menyala dan tertutup rapat saat mobil dalam keadaan diam.
  • Jangan berada di dekat jetski ataupun kapal yang mana mesin sedang menyala.
  • Hindari untuk menyalakan mesin mobil dalam waktu lama di dalam garasi, sekalipun pintu sudah dibuka.
  • Ketika di dalam ruangan terdapat alat seperti contohnya water heater, maka pastikan ventilasi cukup.
  • Hindari duduk dalam jangka waktu yang cukup lama di dekat alat pemanas memakai bahan bakar berupa minyak tanah, gas ataupun kayu bakar.
  • Cek lebih dahulu semua alat pemanas ataupun alat-alat yang memakai bahan bakar dengan berkala, agar dapat dipastikan bahwa semua alat berada dalam kondisi yang tidak rusak.
  • Memasang alat pendeteksi karbon monoksida di tempat-tempat yang potensial.
  • Pasang dan letakkan generator portable di luar rumah atau di ruangan yang cukup jauh dari ventilasi.

Tanda Terjadinya Kebocoran Karbon Monoksida

Selain Anda melakukan hal-hal yang telah disebutkan di atas, Anda juga perlu untuk mengenali tanda-tanda yang dapat mengidentifikasi terjadinya kebocoran gas karbon monoksida tersebut. Berikut ini adalah ciri-cirinya:

  • Warna api yang bukan biru melainkan kuning.
  • Di area sekitar kompor ataupun panci terdapat noda berwarna kuning kecoklatan.
  • Saat pertama kali menyalakan mesin ataupun alat, terdapat letupan api yang muncul.
  • Seluruh ruangan dipenuhi oleh asap.

Ketika Anda telah merasakan atau melihat tanda-tanda tersebut, maka ada kemungkinan besar telah terjadi kebocoran gas karbon monoksida di dalam rumah ataupun gedung. Yang perlu Anda lakukan selanjutnya yaitu segera membuka semua pintu ataupun jendela, kemudian tinggalkan ruangan.

Jangan lupa untuk segera menghubungi petugas yang berwenang dan menuju ke rumah sakit yang terdekat, agar nantinya Anda bisa dipastikan tidak mengalami keracunan gas karbon monoksida.

 Bahaya Keracunan Gas Karbon Monoksida

Gejala Seseorang Mengalami Keracunan Karbon Monoksida

Ketika seseorang atau disini barangkali Anda tengah mengalami keracunan karbon monoksida, maka tubuh akan mengalami hipoksia. Namun terdapat beberapa gejala awal yang bisa dilihat ketika tengah mengalami keracunan tersebut. Gejala itu antara lain:

  • Kepala terasa pusing dan tegang serta merasa seolah linglung.
  • Muncul perasaan letih dan lelah.
  • Perut terasa begitu sakit dan biasanya disertai dengan maag.
  • Mengalami mual dan muntah.

 Ketika kondisi tersebut berlanjut dan gas karbon monoksida yang terserap makin banyak, maka akan timbul gejala-gejala seperti di bawah ini:

  • Merasakan sesak nafas dan nyeri di dada.
  • Penglihatan yang mulai kabur.
  • Koordinasi tubuh Jadi kurang baik dan seolah hilang keseimbangan.
  • Sulit untuk berpikir dan berkonsentrasi.
  • Denyut jantung yang mulai cepat serta tubuh menjadi kejang.
  • Kepala yang makin terasa pusing serta wajah menjadi pucat.
  • Hilang kesadaran dengan tiba-tiba.

Untuk penderita keracunan sekitar 10 hingga 15% bisa saja mengalami komplikasi dalam jangka waktu panjang. Beberapa komplikasi tersebut antara lain:

  • Jantung

Penyakit jantung koroner akan membuat pembuluh darah nantinya tersumbat serta bisa menyebabkan terjadinya serangan jantung.

 

  • Kerusakan Pada Otak

Kondisi yang satu ini bisa saja mengganggu kemampuan pendengaran dan juga penglihatan, gangguan konsentrasi, gangguan memori serta dapat memicu timbulnya parkinsonisme.

 

  • Gangguan Janin

Untuk ibu hamil yang mengalami keracunan gas monoksida bisa berakibat janin yang terganggu. Seperti contohnya berat badan dari bayi rendah atau bahkan yang paling parah, meninggal di dalam rahim.

 

Gejala dari kondisi keracunan gas tersebut di masa awal memang cukup ringan. Namun jika hal tersebut tidak segera mendapatkan penanganan dari dokter serta paparan dari gas berlanjut, maka kondisi tentu akan berubah jadi lebih parah.

Karena itulah, Anda perlu untuk melakukan pemeriksaan ke rumah sakit jika mengalami gejala di awal. Atau jika Anda kebetulan melihat seseorang mengalami gejala-gejala tersebut, maka segeralah menyingkir dan bawa orang itu ke tempat yang aman. Selanjutnya Anda bisa membawa orang tersebut ke IGD untuk mendapatkan bantuan medis.

Hal-hal yang Menyebabkan Terjadinya Keracunan

Seperti yang telah disebut di atas, gas karbon monoksida dihasilkan oleh pembakaran. Pembakaran kayu, batubara atau kendaraan bermotor akan membuat karbon monoksida di udara semakin meningkat. Hal itu tentunya sangat berbahaya jika asap tersebut mengumpul di ruangan yang tertutup.

Berikut ini adalah hal-hal yang bisa menyebabkan mengapa seseorang bisa mengalami kondisi keracunan gas karbon monoksida.

  • Berada di dalam sebuah ruangan dengan mesin generator atau mobil yang menyala.
  • Berada di area kebakaran.
  • Berada di dalam mobil yang diam dengan mesin menyala dan jendela mobil tertutup rapat.
  • Memakai peralatan yang memiliki bahan bakar berupa kayu, minyak, arang serta gas yang mana tidak dilakukan pemasangan dengan tepat di dalam ruangan tertutup.
  • Memasak di area dapur yang tidak mempunyai jendela ataupun pintu.

 Masih banyak hal-hal lain yang jadi penyebab kenapa seseorang bisa mengalami keracunan monoksida. Siapapun memiliki potensi untuk mengalami kondisi tersebut. Efek keracunan dari karbon monoksida akan memiliki gejala ataupun keluhan yang lebih berat pada bayi, ibu hamil, penderita sakit jantung, anak-anak, para lanjut usia, penderita asma dan penderita gangguan nafas lainnya.

Di tahap awal gejala keracunan karbon monoksida memang tidak tampak jelas, karena di sini terlihat mirip dengan gejala keracunan makanan ataupun flu. Namun bedanya hanya tidak disertai dengan demam. Gejala akan reda dengan sendirinya ketika penderita mencari sumber-sumber gas dan akan jadi semakin bertambah parah dengan meningkatnya gas karbon monoksida yang masuk dalam tubuh.

Bagaimana Cara Mengobati Keracunan CO

Untuk menangani kondisi keracunan gas monoksida ini nantinya akan dilakukan terapi oksigen supaya mempercepat jalannya oksigen ke jaringan dan juga organ tubuh. Pada terapi itu nantinya para pasien akan diberikan oksigen menggunakan ventilator, jika para pasien tidak bisa mengambil nafas sendiri.

Untuk para pasien yang berada dalam kondisi hamil, pasien kerusakan saraf, pasien yang mengalami keracunan parah dan pasien iskemia jantung, akan diobati dengan menggunakan terapi oksigen hiperbarik.

TOHB sendiri adalah terapi yang dilakukan dengan menggunakan sebuah alat yang nantinya diisi oksigen 100% serta bertekanan lebih tinggi jika dibanding tekanan di ruangan pada umumnya.

Itulah tadi ulasan mengenai bahaya keracunan gas karbon monoksida yang perlu untuk Anda ketahui. Untuk Anda yang menginginkan informasi lebih jauh terkait masalah tersebut bisa mengunjungi laman http://drewcare.id/.