Barang Impor Sumber Penularan Covid-19, Benarkah?

Semenjak virus corona menyerang dunia, sebagian besar masyarakat menjadi lebih sering berbelanja secara online demi mencegah tertular virus. Adanya beberapa pembatasan untuk berbelanja secara offline juga menjadi pertimbangan besar bagi mereka. Melihat kondisi pandemi yang semakin meresahkan, kini masyarakat banyak yang beralih untuk berbelanja melalui online, salah satunya adalah marketplace.

 

Beberapa Cara Penularan Virus Corona Antar Manusia

Virus corona merupakan virus yang sangat berbahaya. Virus ini bisa menyebar dengan cepat dari satu orang ke orang lain melalui beberapa cara. Semakin meningkatnya jumlah kasus positif akibat paparan virus satu ini mengharuskan semua masyarakat dari berbagai kalangan lebih waspada dan tidak bersikap abai. Sehingga beberapa cara penularan virus SARS-CoV-2 atau corona berikut ini harus dipahami oleh masyarakat agar bisa mencegah dari resiko tertular virus.

  • Transmisi udara

Cara penularan virus corona yang bisa melalui transmisi udara. Beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli menunjukkan hasil bahwa virus corona dapat bertahan hidup hingga 3 jam di udara. Udara yang mengandung virus corona dapat terhirup oleh seseorang dan masuk ke paru-paru sehingga sejak awal pandemi semua masyarakat diwajibkan menggunakan masker. Penggunaan masker dapat meminimalisir penularan virus corona.

  • Feses-oral

Dilansir dari beberapa studi yang dilakukan para ahli, partikel virus juga bisa ditemukan pada tinja atau feses orang yang terinfeksi. Penularannya bisa melalui gayung yang digunakan oleh orang yang terinfeksi. Virus corona dapat menempel pada gayung dan akan menularkan ke orang lain yang juga menggunakan gayung tersebut. Hal seperti ini dapat terjadi di WC atau toilet umum sehingga masyarakat sebaiknya menghindarinya jika tidak sedang mendesak.

  • Aerosol atau droplet (tetesan pernapasan)

Penggunaan masker diwajibkan karena cara penularan melalui aerosol atau droplet tergolong sangat mudah. Di mana tetesan pernapasan kecil (aerosol) maupun percikan air liur (droplet) dari orang yang terinfeksi dapat menularkan virus corona ke orang lain ketika sedang berbicara, bersin, atau batuk. Sehingga masyarakat dihimbau untuk selalu menjaga jarak dari orang lain minimal 1 meter supaya terhindar dari cara penularan virus ini.

 

Apakah Virus Corona Bisa Menyebar Melalui Benda?

Virus corona juga bisa menular melalui transmisi permukaan benda di mana percikan yang keluar dari orang yang terinfeksi saat bersin atau batuk menempel di permukaan benda. Virus corona dapat hidup selama 2-3 hari di permukaan benda seperti baja tahan karat dan plastik. Seseorang dapat tertular virus ini ketika menyentuh gagang pintu, meja, atau benda lain yang terkontaminasi kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut sebelum mencuci tangan.

Cara penularan ini dapat dicegah jika permukaan benda telah dibersihkan dan desinfeksi. Penularan melalui transmisi permukaan benda bisa terjadi di mana saja, baik di rumah, kantor, mall, pasar, dan tempat publik lainnya jika permukaan benda-benda di dalamnya belum dibersihkan dan desinfeksi. Sehingga masyarakat harus selalu mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun dan hand sanitizer setelah memegang permukaan benda.

 

Bagaimana dengan Barang Impor yang Dibeli Melalui Marketplace?

Beberapa cara penularan virus corona di atas banyak disangkutpautkan dengan isu yang beredar di masyarakat bahwa barang impor yang dibeli melalui marketplace dicurigai bisa menularkan virus. Semenjak pandemi ini banyak sekali masyarakat yang lebih kerap berbelanja online ketimbang berbelanja langsung di toko atau mall. Barang impor cmenjadi salah satu barang dagangan dengan banyak pilihan atau macam dengan kualitas yang bagus.

Bahkan, biaya pengirimannya pun tergolong terjangkau dibandingkan dengan biaya pengiriman antar provinsi di Indonesia. Meski begitu, tidak sedikit masyarakat yang mencurigai bahwa barang-barang impor  juga dapat menjadi media penyebaran. Virus corona memang bisa bertahan di permukaan benda selama 2-3 jam saja atau hitungan hari tergantung dengan jenis permukaan, kelembapan dan suhu benda.

Akan tetapi, pihak importir sudah melakukan desinfeksi terhadap seluruh barang-barang dari sebelum akhirnya dikirimkan ke alamat yang dituju. Selain itu, barang-barang tersebut juga sudah melewati beberapa kondisi ketika dikirim. Sehingga virus corona tidak akan menempel di permukaan benda dalam waktu yang sangat lama.  

 

Barang Impor Sumber Penularan Covid-19, Benarkah

 

 

Bagaimana Cara Mengantisipasi Supaya Barang Impor Bebas Virus?

Agar masyarakat benar-benar yakin bahwa barang impor yang dibelinya melalui marketplace benar-benar bebas dari virus, maka beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain :

  • Menyemprotkan cairan disinfektan pada permukaan barang

Memang pihak importir sudah melakukan desinfeksi terhadap semua barang sebelum dikirimkan ke alamat penerimanya. Akan tetapi, kurir yang mengantarkan bisa saja terinfeksi virus namun kondisinya terlihat baik-baik saja tanpa ada gejala apapun. Sehingga penerima barang sebaiknya menyemprotkan cairan disinfektan pada permukaan barang sebelum membukanya.

  • Menaruh barang di tempat yang terkena sinar matahari

Setelah menyemprotkan cairan disinfektan, penerima juga sebaiknya menaruh barang impor tersebut di tempat yang terkena sinar matahari secara langsung. Hal ini merupakan antisipasi supaya virus yang menempel pada permukaan barang dapat mati. Langkah antisipasi ini bisa dilakukan selama paling tidak 15 menit.

 

Apa yang Dilakukan Setelah Membuka Barang Impor?

Setelah melakukan antisipasi dengan menyemprotkan cairan disinfektan pada permukaan barang dan menaruhnya di tempat yang terkena sinar matahari secara langsung, maka Anda bisa mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun selama kurang lebih 20 detik. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 70%. Melakukan tindakan preventif itu sangat dianjurkan untuk dilakukan supaya Anda benar-benar terhindar dari virus.

Memang benar bahwa barang impor sudah aman karena pihak importir sudah melakukan desinfeksi terhadap seluruh barang sebelum dikirim ke alamat penerima. Akan tetapi Anda juga berhak untuk waspada karena kurir yang mengantarkan bisa saja menjadi OTG di mana kondisi tubuhnya terlihat baik-baik saja tanpa batuk, pilek dan gejala khas Covid-19 lainnya. Sehingga Anda juga perlu mencuci tangan dengan air mengalir dan juga sabun setelah membuka barang impor tersebut.

Selain mencuci tangan, Anda juga dapat menggunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 70%. Setelah membuka barang impor tersebut, Anda bisa langsung membuang bungkusnya di tempat sampah agar tidak ada virus yang menempel pada permukaan bungkus barang tanpa Anda sadari.

 

Kesimpulannya, virus corona bisa menyebar melalui apa saja terutama melalui permukaan benda. Dalam hal ini, barang impor sebenarnya sudah dilakukan desinfeksi oleh pihak importir sebelum diberikan pada penerimanya. Namun, yang perlu diwaspadai adalah kurir yang mengantarkan barang tersebut karena kondisi OTG termasuk kondisi yang harus diwaspadai. OTG dapat menularkan virus melalui kontak langsung tanpa orang lain menyadarinya.