Fungsi Diafragma dan Gangguannya

Diafragma merupakan salah satu bagian terpenting dalam tubuh kita untuk mengatur proses pernapasan. Otot diafragma ini letaknya di bagian bawah jantung dan paru-paru, tepatnya berada antara rongga dada dan rongga perut. Bila terjadi gangguan pada otot diafragma, kita akan kesulitan bernapas. Menurut Dr. Sienny Agustin ada beberapa fungsi dari diafragma yang perlu Anda ketahui.

 

Beberapa Fungsi Diafragma

Seperti pembahasan di atas, fungsi utama otot diafragma adalah untuk mengatur proses pernapasan. Namun ada juga fungsi lainnya yang perlu Anda tahu, kita akan bahas lebih detail lagi.

  • Tempat masuknya oksigen atau udara

Pada saat kita menarik napas, rongga dada akan mengembang dan otot diafragma akan mengencang menjadi lebih datar. Hal ini akan memudahkan oksigen atau udara untuk masuk ke dalam paru-paru karena tekanan di rongga dada mendadak turun.

  • Tempat keluarnya oksigen atau udara

Sementara ketika kita menghembuskan napas, ukuran dari paru-paru akan mengecil dan mengendurnya otot diafragma. Hal ini menyebabkan tekan udara yang terdapat dalam rongga dada menjadi meningkat sehingga udara dapat mengalir keluar.

  • Mencegah refluks gastroesofageal.

Fungsi diafragma selanjutnya adalah mencegah refluks gastroesofageal atau keadaan di mana asam lambung naik ke kerongkongan dengan tetap menjaga tekanan di kerongkongan.

 

Cara yang Baik Bernapas Menggunakan Diafragma

Perlu Anda ketahui bahwa cara yang baik untuk bernapas adalah dengan cara mengembangkan otot diafragma bukan dengan memakai otot dada. Bernapas menggunakan otot diafragma akan menjadikan paru-paru mengembang lebih besar, jadi udara atau oksigen yang masuk lebih banyak.

Terlebih lagi jika Anda bernapas menggunakan diafragma, akan labih sedikit energi yang dihabiskan untuk bernapas. Selain itu juga, oksigen yang dibutuhkan tubuh jadi lebih sedikit. Masih menurut Dr. Sienny Agustin, berikut ini beberapa cara optimal bernapas menggunakan diafragma:

  • Buat tubuh Anda terlentang, kemudian letakkan tangan Anda yang satu ke dada dan yang satunya lagi di perut.
  • Mulailah bernapas melalui hidung sehingga perut naik ke atas. Pastikan jika tangan Anda yang di dada tetap diam, tidak bergerak.
  • Setelah itu, kencangkan bagian otot perut Anda dan biarkan otot itu turun ketika Anda mengeluarkan napas lewat bibir.

Lakukan latihan ini sebanyak 3-4 kali dalam satu hari selama kurang lebih 5-10 menit. Memang di awal, latihan pernapasan dengan diafragma ini cukup melelahkan, namun dengan latihan secara rutin, Anda akan mulai terbiasa sehingga jadi lebih mudah.

 

Fungsi Diafragma dan Gangguannya

 

Cara Kerja dari Diafragma dalam Sistem Pernapasan

Bernapas adalah kegiatan menghirup dan mengeluarkan oksigen atau udara dari dalam tubuh. Menurut Seri Sains, beginilah penjelasan singkat tentang bagaimana cara kerja dari diafragma ketika kita bernapas :

  • Ketika kita menghirup oksigen atau udara, otot diafragma akan mengencang jadi lebih datar.
  • Paru-paru mulai membesar hingga bisa menampung oksigen atau udara yang telah kita hirup.
  • Ketika kita menghirup oksigen atau udara, tulang rusuk akan terangkat hingga paru-paru kita jadi membesar.
  • Saat membuang napas, otot diafragma relaksasi dan otot dari tulang rusuk akan mengendur.
  • Paru-paru akan mengkerut kembali ke ukuran lebih kecil, serta udara yang penuh karbon dioksida akan keluar.

Begitulah cara kerjanya diafragma dalam proses pernapasan kita. Seperti yang telah kita bahas di atas, bahwa cara yang baik untuk bernapas adalah cara mengembangkan otot diafragma bukan dengan memakai otot dada.

 

Macam-Macam Gangguan pada Diafragma

Sama halnya dengan organ-organ tubuh lainnya, diafragma juga dapat mengalami beberapa gangguan. Gangguan-gangguan pada diafragma yang harus Anda ketahui antara lain:

  • Lumpuh diafragma

Lumpuh diafrgama ini terjadi karena adanya kerusakan pada saraf yang berfungsi mengatur diafragma. Lumpuh diafragma sendiri disebabkan karena cedera saraf pada tulang belakang, multiple sclerosis dan guillain barre.

Lumpuh diafragma memiliki beberapa gejala seperti mudah lelah saat beraktivitas, sesak napas, nyeri dada dan susah tidur. Jika Anda mengalami keluhan seperti itu, segera periksa ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

  • Hernia hiatus

Gangguan ini terjadi saat lambung bagian atas lambung masuk ke dalam rongga dada. Lambung yang harusnya berada di dalam rongga perut, menonjol ke bagian atas lewat celah otot diafragma. Orang yang menderita penyakit ini umumnya penderita obesitas dan lansia berusia 50 tahun ke atas.

Penyebab pastinya hernia hiatus ini masih belum diketahui. Tetapi, ada beberapa sebab yang diduga bisa memicu terjadinya hernia hiatus ini, di antaranya :

  • Menerima tekanan yang intens dan terus-menerus di sekitar diafragma misalnya seperti pada saat berolahraga, muntah, buang air, batuk dan mengangkat benda berat.
  • Lemahnya otot diafragma seiring dengan bertambahnya usia.
  • Karena tusukan atau benda tumpul.

 

  • Hernia diafragma karena bawaan

Hernia diafragma karena bawaan atau biasa di sebut CDH. CDH terjadi saat diafragma tidak bisa berkembang sempurna sejak masih berada di kandungan. Organ yang ada dalam perut naik ke dalam rongga dada, menempati ruang yang seharusnya menjadi tempat paru-paru berkembang.

CDH ini terjadi karena beberapa faktor. Faktor yang dapat mempengaruhi CDH antara lain kurangnya asupan nutrisi pada saat hamil, kelainan pada kromosom dan genetik, adanya paparan kimia yang disebabkan karena lingkungan di sekitar ibu hamil.

 

 

Tips Menjaga Diafragma Agar Tetap Sehat

Karena diafragma merupakan salah satu bagian tubuh yang memiliki peran penting untuk tubuh kita, jadi penting untuk kita menjaga kesehatannya. Berikut langkah-langkah yang dapat kita lakukan agar diafragma kita tetap sehat, antara lain :

  • Sebelum berolahraga lakukan pemanasan terlebih dahulu dan setelah berolahraga lakukan pendinginan agar otot-otot tidak kaku.
  • Hindari makanan yang berlemak tinggi, pedas dan asam karena itu semua dapat memicu naiknya asam lambung dan heartburn.
  • Ketahuilah batas kemampuan tubuh Anda saat melakukan aktivitas yang berat atau berolahraga. Jangan memaksakan diri melakukan aktivitas di luar kemampuan diri Anda.
  • Hindari makan dengan porsi yang langsung banyak. Lebih baik makan sedikit tetapi sering.

 

Di samping itu, Anda juga dapat rutin melakukan latihan pernapasan menggunakan perut agar otot perut tidak kaku dan tegang. Latihan itu akan membuat paru-paru berkembang menjadi lebih besar sehingga dapat menampung udara yang lebih banyak. Selain untuk menguatkan otot diafragma, pernapasan perut juga bisa membuat tekanan darah menurun dan dapat mengurangi stress.

Itulah beberapa fungsi serta gangguan yang terjadi pada diafragma. Salah satu cara agar diafragma kita tetap sehat adalah udara di lingkungan tempat tinggal kita harus terbebas dari bakteri dan virus.

 

Anda dapat menggunakan air purifier, tak perlu bingung mencarinya di mana, Anda cukup kunjungi saja https://drewcare.id/collections/air-purifier di sana tersedia berbagai macam air purifier yang Anda butuhkan.