Informasi Mengenai Covid-19 yang Wajib Diketahui

Coronavirus disease 2019 atau yang biasa dikenal oleh khalayak publik sebagai COVID-19 merupakan suatu jenis penyakit menular terbaru yang menyerang sistem pernapasan manusia. Saat terkena virus ini, maka seseorang akan mengalami gangguan yang bisa menyebabkan dirinya tidak berdaya seperti infeksi paru-paru dan lain-lain. Lantas, apa sajakah yang menyebabkan kemunculan virus ini dan bagaimana cara menjaga diri agar tidak terinfeksi?

 

Gejala Awal Covid-19

Pada dasarnya, seseorang yang terkena infeksi virus ini akan mengalami gejala tertentu yang muncul dalam dua hari atau dua minggu setelah mereka terinfeksi pertama kali. Ada pula banyak kasus di mana mereka tidak mengalami gejala sama sekali namun masih tetap bisa menularkan virus tersebut pada orang lain. Umumnya, pasien yang terinfeksi akan mengalami gejala awal seperti:

  • Batuk kering
  • Organ pernapasan mengalami gangguan sehingga terjadi sesak napas
  • Demam yang lumayan tinggi dan umumnya berada di rentang 38 derajat celcius ke atas
  • Anosmia atau tidak mampu mencium bau apapun dari benda-benda yang ada di sekitarnya
  • Tenggorokan terasa sakit
  • Pusing seperti ditusuk jarum
  • Muntah-muntah atau mual
  • Hidung tersumbat akibat pilek
  • Badan menggigil selama beberapa jam dan tidak mampu melakukan aktivitas apapun
  • Tidak mampu merasakan makanan apapun
  • Kehilangan nafsu makan secara drastis
  • Nyeri dada dan otot
  • Mudah merasa lelah

 

Tidak hanya beberapa gejala yang sudah disebutkan di atas, pada beberapa kasus pun pasien mengalami ruam kulit, namun kondisi ini bisa dibilang cukup jarang terjadi. Terkadang, ada pasien yang juga mengalami penurunan tingkat oksigen meskipun mereka tidak mengalami gejala apapun setelah terinfeksi oleh virus.

 

Penyebab Adanya Covid-19

Sesuai dengan apa yang sudah disebutkan oleh pihak WHO, Covid-19 muncul karena ada varian virus baru bernama SARS-CoV-2 yang masih termasuk ke dalam golongan virus pengganggu sistem pernapasan manusia. Pada awalnya, virus ini dimiliki oleh hewan namun mulai berkembang dan menulari manusia. Proses penularan virus tersebut umumnya melalui cara-cara seperti:

  1. Mengalami kontak secara langsung maupun tidak langsung dengan pasien positif Covid-19 yang tidak memakai masker dan berada pada jarak dekat yakni kurang dari 2 meter
  2. Tidak sengaja menghirup droplet atau percikan ludah yang dikeluarkan oleh penderita Covid-19 saat pasien tersebut sedang batuk atau bersin
  3. Kurang menjaga kebersihan dengan memegang hidung, mata, atau mulut tanpa membersihkan tangan terlebih dahulu. Padahal, sebelumnya sudah memegang benda-benda yang digunakan oleh penderita Covid-19 seperti gagang pintu ataupun uang

 

Proses Diagnosis Covid-19

Pada awalnya, dokter akan menentukan apakah seseorang  memang terinfeksi oleh virus dengan cara menanyakan kepada mereka gejala apa saja yang sudah dialami, kontak dengan siapa saja sebelum merasakan gejala tersebut, lalu riwayat perjalanan yang dilakukan oleh pasien selama beberapa hari terakhir.

Setelah itu, dokter akan mengajak pasien untuk melakukan pemeriksaan seperti:

  • Tes PCR atau tes swab yang dilakukan dengan cara mendeteksi hidung atau dahak yang dimiliki oleh pasien
  • Tes darah secara lengkap untuk memeriksa C-reactive protein dan kadal sel darah putih di dalam tubuh
  • Analisis gas darah untuk mengetahui seberapa besar kadar karbondioksida dan oksigen yang ada di dalam darah
  • Rapid test yang berguna untuk mendeteksi sistem antibodi yakni IgG dan IgM yang diproduksi oleh tubuh demi menyerang virus Corona
  • Rontgen dada atau CT scan untuk mengetahui dan mendeteksi cairan atau infiltrat yang ada di paru-paru pasien

 

Cara Mencegah Terkena Covid-19

Hingga detik ini, sudah banyak sekali jatah vaksin yang diberikan kepada masyarakat dan vaksinasi tersebut pun sudah dilakukan secara berkala. Meskipun vaksinasi adalah langkah yang cukup jitu untuk mencegah infeksi virus ini, namun ada beberapa cara yang wajib dilakukan agar bisa terhindar dari Covid-19 yaitu:

  1. Masker

Masker adalah alat yang paling handal untuk digunakan agar terhindar dari ancaman virus. Sebab, masker mampu melindungi hidung agar tidak menghirup droplets yang dikeluarkan oleh pasien positif sehingga resiko terkena virus pun bisa diminimalisir. Gunakanlah masker sekali pakai dan segera buang ke tempat sampah karena masker tidak bisa dipakai selama lebih dari dua hari.

  1. Tidak Menyentuh Anggota Tubuh

Banyak masyarakat yang masih memiliki kebiasaan kurang baik seperti menyentuh hidung, mulut, atau wajah dengan tangan tanpa membersihkannya terlebih dahulu. Padahal, hal tersebut kurang disarankan sebab tangan tersebut kemungkinan membawa virus yang disebabkan oleh kontak tidak langsung dengan pasien positif, sehingga hindari melakukan hal tersebut.

  1. Menerapkan Pola Hidup yang Sehat

Pola hidup sehat juga termasuk ke dalam hal pokok yang harus diterapkan oleh semua warga masyarakat agar virus dapat terkendali. Sering-sering berolahraga ringan pun bisa membantu daya tahan tubuh menjadi semakin meningkat dan kurangi memakan makanan instan yang mampu membuat tubuh menjadi tidak berdaya.

  1. Menjaga Kebersihan

Kebersihan adalah hal krusial yang harus diingat dan tidak boleh dilupakan. Jagalah kebersihan diri dan lingkungan sekitar agar tidak ada virus yang tertempel di benda-benda tersebut, dan sering-sering cuci tangan agar tangan tersebut senantiasa berada pada kondisi yang bersih dan terhindar dari ancaman virus yang tidak kasat mata.

  1. Menghindari Kontak dengan Orang Lain

Pemerintah dan pihak kesehatan senantiasa mengingatkan masyarakat agar senantiasa berada di rumah dan jangan pergi keluar apabila bukan untuk urusan yang penting. Hal tersebut penting dilakukan agar pengendalian virus bisa terjadi dengan lebih baik dan virus pun tidak menyebar tanpa terkendali ke masyarakat lain yang kekebalan tubuhnya masih cukup buruk.

 

Kapankah Harus Menghubungi Dokter?

Ketika mengalami gejala positif Covid-19 dan sedang berada pada kondisi yang kelelahan, maka tidak usah panik dan segera lakukan isolasi mandiri baik itu di hotel ataupun rumah sendiri. Kemudian, hubungi hotline Satgas Covid-19 untuk memperoleh pengarahan mengenai apa saja yang harus dilakukan selanjutnya.

Bila tidak mengalami gejala apapun namun sempat melakukan kontak dengan pasien positif dan memiliki riwayat perjalanan yang dekat dengan pasien terinfeksi Covid-19, maka hal paling tepat untuk dilakukan adalah dengan tidak memeriksakan diri pada rumah sakit dan lakukan isolasi sendiri di rumah. Batasi kontak dengan orang yang lain dan berdiam diri di rumah selama kurang lebih 14 hari agar virus segera mereda dan biarkan tubuh melawan virus tersebut secara mandiri.

Apabila gejala yang dirasakan semakin parah, maka segera lakukan pemeriksaan langsung kepada dokter dan buat janji terlebih dahulu dengan dokter sebab antrian di rumah sakit sudah dipastikan akan sangat panjang dan bisa-bisa slot tersebut pun habis. Tanyakan kepada dokter melalui aplikasi kesehatan online ataupun telepon utama untuk mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan serta obat jenis apa saja yang wajib dikonsumsi.