Kabut Asap dan Dampaknya bagi Manusia

Kabut asap yang biasanya muncul dari kebakaran hutan sesungguhnya sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia. Ada beragam penyakit yang bisa muncul jika seseorang sering terpapar kabut asap, mulai dari masalah pernapasan, asma, hingga gangguan fungsi jantung. Pasalnya, ada sejumlah kandungan senyawa berbahaya di dalamnya, seperti CO, SO2, ozon, hingga VOC.

 

Dampak Kabut Asap bagi Pernapasan

Anda pastinya merasa khawatir dengan kondisi udara saat ini, terutama jika sedang terjadi kebakaran hutan. Pasalnya, anak Anda termasuk kelompok usia yang rentan terhadap efek buruk dari keberadaan kabut asap. Lebih lanjut, Anda perlu tahu apa saja dampak kabut asap terhadap pernapasan manusia.

  • Memicu iritasi di tenggorokan dan menyebabkan batuk

Seseorang bisa terkena iritasi di tenggorokan dan mengeluarkan batuk jika terpapar kabut asap, ini berlaku untuk Anda dan anak Anda.

Biasanya, akan muncul keluhan selama beberapa saat setelah kabut asap terhirup dan bisa menjadi kian parah bila tidak segera diatasi, terlebih lagi ketika terjadi dalam waktu lama.

 

  • Faktor risiko kelainan di paru-paru dapat meningkat

Studi telah menyajikan data bahwasanya kabut asap dapat mendorong peningkatan faktor risiko kelainan di paru-paru, misalnya emfisema atau infeksi sistem pernapasan.

Khususnya bagi penyintas PPOK dan asma, kondisinya akan semakin bertambah buruk. Karena itu, jika Anda punya gangguan bawaan di sistem pernapasan, maka sebisa mungkin hindari terpapar langsung kabut asap. Pada kenyataannya, polusi udara satu ini memiliki karakter pemicu iritasi dengan potensi menyebabkan radang di paru-paru.

 

  • Faktor risiko kanker paru-paru mengalami peningkatan

Walau Anda atau suami bukan perokok aktif, faktor risiko kanker paru-paru dapat meningkat signifikan. Ada begitu banyak partikel beracun yang punya potensi memicu kanker di dalam kabut asap.

Maka dari itu, Anda perlu senantiasa berhati-hati dan menaruh perhatian ekstra pada kesehatan anak Anda. Jika Anda menemukan gejala-gejala khusus serupa batuk atau sesak napas saat ada fenomena kabut asap, maka segera sambangi tenaga ahli.

 

Waspada Kabut Asap Turut Mengintai Jaringan Kulit dan Mata Anak Anda

Anak Anda senang bermain di luar rumah dalam kondisi apa pun? Tandanya Anda perlu waspada karena bahaya kabut asap ternyata turut mengganggu fungsi jaringan kulit dan mata.

  • Membuat kulit meradang

Gangguan akibat kabut asap juga menyasar organ terluar tubuh, yakni memicu radang di jaringan kulit. Studi menampilkan bahwasanya ada risiko timbulnya jerawat, psoriasis, kanker kulit, penuaan dini, dan bahkan eksim bagi orang yang terpapar kabut asap.

Munculnya masalah pada kulit pastinya akan membuat Anda khawatir, terutama jika anak Anda yang mengalaminya. Itulah mengapa saat terjadi kebakaran hutan atau polusi asap lainnya, masyarakat lebih disarankan untuk berdiam di rumah saja.

 

  • Mata jadi iritasi

Mata dapat terkena iritasi jika terkontaminasi oleh kabut asap. Bayangkan, jika anak Anda yang masih sangat bergantung kepada orang tua mengalami iritasi mata, bukankah itu akan sangat menyulitkan dan meningkatkan rasa khawatir?

Sebagai tindakan pencegahan, Anda dapat membawa obat tetes mata ke mana-mana, serta senantiasa kenakan kacamata agar lebih terjaga. Untuk pemakaian obat tetes mata pada anak Anda, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

 

 

Identifikasi Penyebab Kabut Asap

Tahukah apa saja penyebab munculnya kabut asap? Dalam rangka menambah wawasan sebagai bentuk tindakan preventif, ada baiknya Anda mengenali faktor-faktor yang dapat menimbulkan bencana kabut asap di Indonesia, bahkan dunia.

  • Kebakaran hutan

Kebakaran hutan dapat dipicu oleh ulah manusia atau terjadi secara alami, namun terlepas dari latar belakang kemunculannya, jelas bencana satu ini sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup organisme. Selain karena adanya kerusakan lingkungan, kabut asap juga menjadi salah satu efek lanjutan yang patut Anda waspadai.

Bahkan, kebakaran hutan dinilai sebagai salah satu pemicu terbesar keberadaan kabut asap. Terlebih, dengan adanya potensi untuk terjadi dalam waktu berbarengan di sejumlah lokasi sekaligus, serta dapat menyebar secara cepat.

 

  • Asap motor

Pemakaian kendaraan bermotor juga berbahaya karena memuat senyawa tertentu yang dapat bertransformasi jadi reaksi kimia pemicu kabut asap saat terkontaminasi oleh cahaya matahari. Di sisi lain, Anda pasti menyadari betul bahwa negara ini sangat konsumtif terhadap kendaraan bermotor.

Tidak dapat dimungkiri, kehidupan dunia luar memang rentan untuk tubuh anak Anda. Maka dari itu, Anda perlu selalu berhati-hati dan mempertimbangkan berbagai hal sebelum mengajak anak bepergian.

 

  • Letusan gunung

Untuk faktor satu ini, jelas terjadinya di luar kuasa manusia. Namun demikian, bahayanya tak kalah besar. Belum lagi, jika Anda memperhitungkan lava panas yang meleleh dari perut bumi.

Dalam rangka menyikapinya, alangkah lebih baik jika Anda membangun rumah di daerah yang jauh dari gunung berapi. Ini sebagai bentuk pencegahan jika sewaktu-waktu terjadi erupsi.

 

Kelompok Usia yang Rentan Terhadap Kabut Asap

Menurut pemaparan dr. Risky Akaputra, seorang spesialis paru-paru bahwasanya kabut asap akan kian berbahaya jika mengenai salah satu kelompok usia sebagai berikut.

  • Anak Anda

Anak Anda memiliki saluran pernapasan yang belum matang seutuhnya sehingga tidak heran jika menjadi amat rentan terhadap kabut asap. Udara yang dihirup oleh anak-anak umumnya dihitung berdasarkan spesifikasi bobot tubuhnya dalam satuan kilogram.

Tidak hanya itu, anak Anda pun senang saat melakukan eksplorasi di luar rumah. Pada usia ini, rasa ingin tahu anak cukup besar sehingga Anda harus cermat memastikan keselamatannya.

 

  • Lanjut usia

Tidak hanya bagi anak Anda, Anda yang sudah berusia lanjut ternyata punya risiko mengalami efek buruk kabut asap cenderung lebih tinggi dibanding orang dewasa lainnya. Biasanya, penyakit seperti gangguan jantung dan pernapasan adalah sumber kekhawatiran utama.

 

  • Penyintas kelainan jantung dan pernapasan

Efek buruk kabut asap akan semakin bertambah besar jika mengenai orang dengan kelainan jantung dan sistem pernapasan sebelumnya. Ini sudah tidak perlu dipertanyakan lagi sebab kinerja organ vital tubuh sudah mengalami penurunan lebih awal.

 

Langkah Cerdas Menyikapi Bahaya Kabut Asap

Meskipun kabut asap sangat berbahaya, Anda bisa melakukan langkah berikut untuk menyikapinya.

  • Menanam tanaman filter udara

Beberapa di antara tanaman dengan fungsi sebagai penyaring udara kotor yakni pakis, lidah buaya, bunga krisan, hingga pohon palem. Anda dapat mengembangbiakkan tanaman jenis ini agar kondisi udara di rumah tetap terjaga.

 

  • Membeli penjernih udara

Penjernih udara atau air purifier berfungsi memperlancar aliran udara dalam rumah. Anda bisa menggunakan air purifier dari Drew, sebuah produk yang mampu memenuhi kebutuhan tersebut.