Kamar Lembab Menyebabkan Paru-paru Basah, Benarkah?

Salah satu kelainan yang terjadi pada paru-paru oleh karena infeksi sehingga menyebabkan cairan terkumpul di jaringan paru-paru, disebut juga dengan paru-paru basah. Hal ini bisa mengakibatkan paru-paru nantinya tidak dapat bekerja secara normal. Para penderita akan mengeluhkan batuk tanpa dahak, sesak nafas, nyeri di bagian dada, batuk berdarah dan mengalami demam yang cukup tinggi.

 

Penyebab Paru-Paru Basah

Infeksi tersebut dapat diakibatkan oleh virus, bakteri ataupun jamur. Jadi anggapan orang selama ini yang berpikir bahwa paru-paru basah disebabkan oleh ruangan yang lembab ataupun dingin, nyatanya tidak benar. Namun disini ruangan yang lembab serta ukuran ventilasi akan menjadi tempat tumbuh kembang berbagai macam jenis kuman dan bakteri.

Terlebih lagi jika ruangan tersebut terdapat banyak debu dan kotoran karena jarang sekali dibersihkan. Ditambah lagi jika di dalam ruangan tersebut sering dipakai sebagai tempat untuk merokok. Dengan begitu akan banyak sekali kuman dan bakteri yang berkembang di ruangan tersebut.

Maka dari itulah, sangat penting bagi Anda menjaga kebersihan ruangan terutama di area kamar tidur. Disarankan untuk Anda memiliki kamar tidur yang terdapat ventilasi udara cukup sebagai tempat keluar masuknya cahaya dan pertukaran udara.

 

Pencegahan Paru-Paru Basah

Vaksinasi

Cara pertama yang bisa dilakukan untuk melakukan pencegahan terjadinya paru-paru basah yaitu dengan vaksinasi. Terdapat beberapa vaksin yang bisa digunakan dalam pencegahan tersebut, antara lain yaitu:

  • Vaksin flu

Paru-paru basah sering kali di sini adalah komplikasi dari flu jadi pastikan untuk memperoleh vaksinasi flu tahunan. Bagi semua orang yang memiliki usia 6 bulan ke atas perlu memperoleh vaksinasi terutama bagi mereka yang memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi flu tersebut.

  • Prevnar 13 dan Pneumovax 23

Untuk kedua vaksin ini mampu melindungi diri Anda dari pneumonia yang diakibatkan oleh bakteri pneumokokus. Untuk mengetahui mana yang lebih baik untuk digunakan oleh Anda maka perlu berkonsultasi pada dokter.

Prevnar 13 sangat direkomendasikan untuk:

  • Orang yang telah berusia 65 tahun ke atas.
  • Anak dengan usia di bawah 2 tahun.
  • Orang yang berumur antara 2 dan 64 tahun dan memiliki kondisi kronis meningkatkan risiko terjadinya pneumonia.

Pneumovax 23 efektif jika digunakan oleh:

  • Dewasa yang memiliki rentang usia 19 hingga 64 tahun dan merupakan perokok aktif.
  • Orang-orang yang telah memiliki usia 65 tahun ke atas.
  • Mereka yang berusia antara 2 hingga 64 tahun.

 

  • Vaksin Hib

Untuk melindungi diri dari Haemophilus influenzae tipe B, maka disarankan untuk melakukan Hib ini. Bakteri tersebut yang nantinya akan mengakibatkan pneumonia dan juga meningitis. Vaksin ini sangat direkomendasikan bagi:

  • Anak-anak ataupun orang dewasa yang yang tidak divaksinasi serta mempunyai kondisi kesehatan tertentu.
  • Semua anak yang berada di rentang usia 5 tahun ke bawah.
  • Pasien transplantasi sumsum tulang.

 

Selain dengan cara melakukan vaksinasi, cara lain untuk mencegah terjadinya pneumonia yaitu dengan cara berikut ini antara lain:

  • Mencuci tangan dengan teratur memakai air dan juga sabun.
  • Menghindari rokok. Merokok bisa membuat Anda jadi lebih rentan untuk terserang infeksi di saluran, terutamanya di sini pneumonia.
  • Gunakan tisu ketika Anda bersin dan juga batuk.
  • Milikilah gaya hidup sehat agar dapat memperkuat sistem imun di dalam tubuh. Makan makanan yang memiliki kandungan baik bagi tubuh, istirahat yang cukup serta melakukan olahraga secara teratur.

 

 

Faktor Risiko Pneumonia

Siapapun memiliki resiko terkena pneumonia, namun banyak faktor yang dapat semakin meningkatkan kemungkinan nantinya Anda menderita dan sakit lebih parah. Berikut ini adalah orang-orang yang mempunyai resiko terjangkit pneumonia atau paru-paru basah lebih tinggi.

  • Mereka yang memiliki usia di atas 65 tahun.
  • Bayi yang baru lahir hingga berusia 2 tahun.
  • Mereka yang memiliki sistem imun lemah oleh karena penggunaan obat-obatan, penyakit dan lain sebagainya.
  • Mereka yang baru saja menderita infeksi saluran pernapasan seperti flu dan pilek.
  • Mereka yang memiliki kondisi medis kronis seperti fibrosis kistik, asma, gagal jantung ataupun diabetes.
  • Mereka yang baru saja atau tengah dirawat di rumah sakit terutama jika memakai alat berupa ventilator.
  • Para perokok aktif yang memakai jenis obat tertentu serta memiliki kebiasaan meminum alkohol secara berlebihan.
  • Mereka yang mengalami kondisi stroke, kesulitan menelan dan imobilitas.
  • Mereka yang pernah terpapar iritasi paru-paru seperti contohnya asap, polusi dan juga bahan-bahan kimia tertentu.

 

Gejala Paru-Paru Basah

Dengan mengetahui gejala pneumonia ini serta bagaimana cara mengatasinya tentu akan membuat Anda terhindar dari penyakit. Berikut ini adalah gejala-gejalanya yang perlu untuk Anda ketahui.

  • Mengalami Demam yang Tinggi

Demam yang disebabkan oleh karena infeksi dari virus bisa membuat daya tahan tubuh menurun. Bagi para penderita paru-paru basah, demam nantinya akan dibarengi dengan gejala-gejala lain.

Seperti tubuh yang mengeluarkan keringat dalam jumlah banyak ataupun nyeri otot. Hal tersebut terjadi karena darah yang mengalir di dalam tubuh tidak berfungsi dengan baik, sehingga mengakibatkan jantung harus bekerja jauh lebih keras.

  • Mengalami Batuk Kering

Jika disini Anda mengalami batuk kering dan hal tersebut berlangsung cukup lama hingga beberapa minggu, maka sebaiknya segera untuk memeriksakan diri. Terlebih jika batuk tersebut menyebabkan dada terasa nyeri atau bahkan mengganggu proses pernafasan.

  • Tubuh Gemetar dan Menggigil

Memang tidak setiap tubuh yang gemetar ataupun menggigil menandakan tengah mengalami paru-paru basah. Namun jika gejala tersebut bersamaan dengan Anda yang mengalami demam dan juga pusing, maka sebaiknya perlu untuk lebih waspada.

Gejala yang dipicu oleh jamur tersebut nyatanya dapat membuat aliran darah terganggu serta mengakibatkan keluhan kesehatan lain, seperti jantung berdebar dan juga kelelahan.

  • Mual dan Muntah

Bakteri yang berkembang di dalam tubuh nantinya akan memicu rasa mual serta muntah. Beberapa bahkan sampai mengalami gejala diare dan juga penurunan nafsu makan. Hal itu mengakibatkan nantinya tubuh jadi mudah lelah dan tidak berenergi. Untuk orang-orang dewasa, gejala pneumonia juga bisa berupa mengantuk atau bahkan mengalami koma.

 

Cara Memperkecil Resiko Tertular

Bagi Anda yang takut tertular pneumonia maka berikut ini adalah caranya.

  • Melakukan vaksinasi secara rutin.
  • Sebelum makan usahakan untuk selalu mencuci tangan secara bersih. Selain itu rutin juga mencuci tangan setelah Anda memakai kamar mandi, mengunjungi orang yang mengidap pneumonia, menyentuh orang lain, dan setelah Anda keluar dari tempat umum.
  • Kurangi segala aktivitas ketika Anda tengah sakit ataupun sedang demam.
  • Usahakan untuk berhenti merokok, karena di sini perokok aktif lebih rentan terinfeksi.

 

Itulah tadi ulasan lengkap mengenai gejala, penyebab dan hal-hal lain terkait penyakit paru-paru basah. Dengan membaca ulasan di atas diharapkan nantinya Anda bisa terhindar dari bahaya pneumonia tersebut.