Membakar Timbunan Sampah, Tepatkah?

Banyak orang memilih untuk membakar sampah agar tidak tertimbun dan mengusik rasa nyaman. Namun di antara mereka hanya sedikit yang tahu bahwa tindakan semacam itu justru merupakan salah satu bentuk pencemaran. Pasalnya, asap hasil pembakaran sampah punya kandungan zat beracun, di mana seluruhnya amat berbahaya bagi keberlangsungan alam dan manusia.

Beberapa Aktivitas yang Jadi Sarana Penyebaran Bahaya Pembakaran Sampah
Pembakaran sampah mungkin tidak serta-merta mengganggu keamanan dan kenyamanan Anda, tetapi beberapa aktivitas di bawah ini, ternyata bisa jadi sarana penyebaran dampak buruknya, berdasarkan tinjauan dr. Rizki Tamin:

1. Main di sekitar daerah bekas pembakaran
Anak-anak yang kerap bermain di sekitar daerah bekas pembakaran sampah bisa saja terkena dampak buruknya. Jika si kecil dengan atau tanpa sengaja menelan tanah atau menghirup abu beracun hasil pembakaran.

Pasalnya, abu akan menetap di sekeliling tempat pembakaran dalam waktu relatif lama, tak terkecuali rumah. Dampak berkepanjangan lainnya, membakar sampah tanpa diikuti pengawasan punya potensi memicu kebakaran yang tak diharapkan.

2. Makan dari sesuatu yang sudah tercemar oleh asap dan abu
Jika Anda membakar sampah di dekat rumah, asapnya sangat mungkin masuk hingga ke dalam rumah. Abu dan asap hasil pembakaran sesungguhnya mengandung residu berbahaya, misalnya merkuri, logam, arsen, dan timbal.

Masalah akan semakin membesar jika Anda kemudian memutuskan untuk mengubur abu sisa pembakaran, di mana ini bisa diserap oleh buah atau sayur yang hidup di sekitar lokasi. Sebagai efek lanjutannya, manusialah yang akhirnya akan memakan tanaman tersebut, sementara kondisinya sudah tercemar.

Selain itu, hewan yang memakannya juga bisa menjadi media penyebaran zat berbahaya. Jika Anda mengonsumsi daging, telur, atau susu dari hewan yang telah terkontaminasi, maka itu akan berpengaruh pula terhadap kesehatan pribadi. Dengan catatan, dilakukan secara berkelanjutan dan intensitasnya tinggi.

Beberapa masalah kesehatan akibat konsumsi zat beracun dalam jangka panjang di antaranya kerusakan ginjal dan otak, hipertensi, serta gangguan kardiovaskular.

3. Asap pembakaran terhirup
Asap sisa pembakaran memuat sejumlah zat beracun seperti arsen, furan, VOC, dioksin, karbon monoksida, hingga formaldehida. Efeknya bisa amat parah tergantung seberapa lama dan seringnya Anda menghirup asap beracun tersebut.

Namun tentunya, gangguan kesehatan yang timbul karena tindakan itu bisa bervariasi, mulai dari batuk, mual, ruam, asma kambuh, sakit kepala, hingga mata berair atau merah. Untuk jangka panjang, bahkan bisa menyebabkan gangguan lain pada hati, sistem reproduksi, dan sistem kekebalan tubuh.



Baik menghirupnya dalam jangka pendek atau panjang, pastinya Anda tak ingin mengalami masalah akibat kelalaian diri, bukan?

Tindakan yang Tepat untuk Mengatasi Timbunan Sampah
Melihat bahayanya yang cukup besar dan betapa seringnya masyarakat membakar sampah, Anda barangkali mulai bertanya-tanya, lalu bagaimana tindakan tepat untuk menanggulangi timbunan sampah?

Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk berkontribusi terhadap pengelolaan sampah secara cerdas:

1. Menghabiskan makanan
Miris memang, tetapi sisa makanan termasuk salah satu penyumbang sampah dalam jumlah besar di banyak area metropolitan. Bagaimana tidak? Rasanya sudah terlalu sering menyaksikan masyarakat yang tidak bisa menghabiskan makanannya saat nongkrong di restoran atau warung biasa.

Maka dari itu, setidaknya Anda tidak jadi bagian dari orang-orang yang menyisakan makanan. Perkirakan sebaik mungkin berapa porsi makan Anda, dan jangan berlebihan. Nantinya, jika dirasa kurang, maka silakan tambah lagi.

Walaupun terpaksa disisakan, Anda bisa memberikannya kepada orang lain yang membutuhkan uluran tangan. Ini akan membantu mengurangi sampah, sekaligus memperkecil angka kelaparan.

2. Membuang sampah di tempat yang disediakan
Ini adalah hal sepele dan merupakan imbauan yang sudah terlalu sering Anda dengar dan lihat. Namun kenyataannya, masih banyak masyarakat abai di negara ini. Sampah sering kali mudah ditemukan berserakan di mana-mana, khususnya tempat-tempat umum seperti area pariwisata.

Padahal, jika konsisten dilakukan, efeknya bisa sangat besar, di mana pencemaran udara dapat berkurang, pun lingkungan jadi tampak indah serta bersih.

Karena itu, jadilah bagian dari orang-orang yang membuang sampah di tempat semestinya, jangan lupa pula untuk memilahnya terlebih dahulu, mana anorganik dan organik.

3. Menggunakan alat makan dan kantong belanja pribadi
Kantong belanja dan alat makan milik pribadi akan memberi kontribusi terhadap upaya pengurangan pemakaian plastik. Pasalnya, plastik bisa menurunkan kualitas tanah dan plastik mengingat betapa sulit penguraiannya.

Maka dari itu, Anda bisa mulai beralih menggunakan tumbler dan totebag ketika bepergian. Menyiapkan bekal sendiri pun bisa menjadi kebiasaan baik dalam upaya membangun pola hidup sehat.

Plastik Sulit Terurai, Lalu Bagaimana Cara Mengatasi Sampahnya?
Meski kampanye pengurangan pemakaian plastik sudah digencarkan, tetapi secara umum, memang cukup sulit untuk berlepas diri dari material satu ini sepenuhnya. Bagaimanapun juga, plastik merupakan alternatif peralatan termurah dan mudah ditemukan. Jika demikian, lalu bagaimana cara mengatasi sampahnya?

1. Insinerasi
Plastik dibuat dari gas alam atau minyak bumi, ini menjadikannya bisa diolah kembali sebagai sumber energi melalui proses insinerasi.

Hanya saja, barangkali insinerasi bukan pilihan terbaik karena bisa menghasilkan partikel berbahaya yang punya potensi merusak kesehatan manusia dan lingkungan. Biasanya, cara semacam ini dipilih oleh perusahaan raksasa untuk menciptakan energi baru.

2. Plastik biodegradable
Biodegradable merujuk pada penguraian plastik akibat tindakan organisme hidup. Cara ini bisa menuntaskan beberapa persoalan dalam mengelola limbah, khususnya bagi kemasan yang hanya dipakai sekali, tetapi sulit dijauhkan dari sampah organik.

Hanya saja, biodegradable masih menuai kontroversi, di mana ada dugaan bahwa prosesnya bisa menghasilkan logam di lingkungan sekitar, meski biasanya plastik dimetabolisme menjadi air dan karbon dioksida.

Kelompok Riskan Terkena Dampak Buruk Pembakaran Sampah
Meski secara umum pembakaran sampah berbahaya bagi manusia, tetapi kelompok di bawah ini punya potensi lebih tinggi untuk merasakan dampak buruknya.

1. Lansia
Orang berusia lanjut punya kemungkinan lebih besar untuk mengalami penyakit paru-paru atau jantung dibanding yang berusia lebih muda.

2. Penderita penyakit paru-paru atau jantung
Menghirup asap sisa pembakaran sampah bisa semakin memperparah kondisi kesehatan di kelompok ini.

3. Penderita diabetes
Biasanya, ini berhubungan dengan gangguan kardiovaskular, di mana punya potensi semakin parah jika terpapar udara tercemar dari sisa pembakaran.

4. Wanita hamil
Tak hanya kesehatan si ibu, janin di dalam kandungan pun bisa turut merasakan bahaya akibat pembakaran sampah.

Gunakan Air Purifier untuk Meminimalkan Polusi Udara Akibat Pembakaran Sampah

Begini cara air purifier menjaga kualitas udara di rumah Anda.
1. Manfaatnya
Beberapa manfaat yang bisa diperoleh dengan memasang air purifier di rumah, yaitu polusi udara, reaksi alergi, sebaran penyakit dan kuman, semuanya bisa dikurangi. Selain itu, kualitas udara pun berangsur akan diperbaiki.

2. Merek harus tepat
Sayangnya, tidak semua merek air purifier menjanjikan manfaat paket komplet seperti di atas. Jika ingin mendapatkannya, cobalah gunakan DREW air purifier, produk terbaik dengan aspek dan komponen bermutu tinggi yang filternya berasal dari Jepang.

DREW Air Purifier (@drewcare.id) • Instagram photos and videos

Meski air purifier tidak serta-merta melenyapkan polusi udara, tetapi ini bisa jadi salah satu solusi tepat untuk menjaga diri dan keluarga Anda dari dampak buruknya. Karena itu, penting untuk memastikan produk yang digunakan bermutu tinggi, dan DREW, hadir untuk memenuhi kebutuhan Anda akan lingkungan rumah yang nyaman lewat situs drewcare.id.