Menggunakan Air Cooler di Rumah, Amankah?

Air cooler merupakan alat penyejuk ruangan yang kerap dipilih sebagai alternatif pengganti AC. Selain konsumsi listrik yang relatif lebih kecil, perangkat elektronik satu ini mampu menurunkan suhu ruangan hingga kurang lebih -5 derajat Celcius. Jika bisa dianalogikan, level kesejukan air cooler berada di atas kipas angin, tetapi di bawah AC.

Apakah Air Cooler Aman bagi Paru-Paru?
Anda mungkin jadi bertanya-tanya, amankah air cooler bagi paru-paru? Atau, adakah efek samping penggunaan barang elektronik ini bagi sistem pernapasan?

Pasalnya, ada kabar yang beredar bahwasanya terpapar suhu dingin dari air cooler dapat menimbulkan paru-paru basah, tapi, benarkah demikian?

Untuk menjawab pertanyaan ini, berikut penjelasan dari dr. Nadia Nurotul Fuadah:

1. Memahami paru-paru basa
Masyarakat awam kerap kali merujuk penyebutan paru-paru basa pada radang parenkim paru-paru atau dalam istilah medisnya pneumonia. Biasanya, gangguan semacam ini disebabkan oleh infeksi, baik itu yang muncul akibat kontaminasi jamur, bakteri, virus maupun mikroorganisme yang lain.

Sementara itu, bayi secara khusus juga bisa mengalami paru-paru basa akibat adanya aspirasi, suatu kondisi di mana ada substansi selain udara yang masuk ke dalam paru-paru. Dengan kata lain, Anda tidak akan tiba-tiba terkena penyakit satu ini hanya karena menggunakan air cooler, ada syarat-syarat khusus yang berlaku.

2. Hubungan paru-paru basa dan penggunaan air cooler
Jika Anda menggunakan air cooler dengan benar, maka seharusnya tidak akan berimbas pada pneumonia. Hanya saja, filter pada air cooler harus dipastikan tetap berada dalam kondisi bersih, di mana Anda rutin merawatnya.

Filter inilah yang bisa memerangkap berbagai macam mikroorganisme pembawa penyakit. Pasalnya, udara yang diembuskan oleh air cooler tentu akan berputar di dalam ruangan dan berpotensi dihirup oleh penghuni ruangan tersebut.

Itu berarti, faktor risiko terkena paru-paru basa bisa saja muncul jika merasa enggan membersihkan filter air cooler secara berkala. Bahkan, bukan hanya pneumonia, tetapi jenis-jenis infeksi saluran pernapasan lain pun ada kemungkinan mengenai Anda. Tentu, tak ada yang menginginkan hal semacam ini bukan? Karenanya, rajinlah merawat dan menjaga kebersihan air cooler.

3. Risiko alergi
Masalah lain justru berpotensi muncul jika air cooler digunakan oleh penderita alergi dingin, di mana bisa berimbas pada kambuhnya alergi tersebut. Tingkat reaksinya pun bisa bermacam-macam, mulai dari yang kecil seperti bentol, batuk, ruam kulit, gatal, hingga berat semisal muntah, sesak, dan bengkak.


Jika digunakan secara berlebihan, air cooler juga bisa membuat tenggorokan relatif lebih cepat kering. Kekeringan ini dapat memunculkan efek berkepanjangan seperti batuk berdahak, gatal-gatal, hingga suara serak.

Maka dari itu, penggunaan air cooler ini harus dilakukan secara cerdas dan bijak. Akan lebih bagus jika Anda mengimbanginya dengan air purifier, harapannya kelembaban udara di ruangan tersebut senantiasa terkontrol.

Jika Anda ingin membeli air purifier, cobalah merek DREW, di mana salah satu fungsinya mampu memperbaiki kualitas udara. Keberhasilannya dalam mengurangi polusi udara di rumah-rumah sudah terbukti.

DREW Air Purifier (@drewcare.id) • Instagram photos and videos

Betapa tidak, air purifier milik DREW dikembangkan dengan teknologi tinggi, setiap aspek dan komponen pendukungnya benar-benar diperhatikan dan pastinya berkualitas. DREW hanya menggunakan filter HEPA 13, sebuah filter udara yang mengombinasikan berbagai macam material bereputasi produksi Jepang.

DREW Air Purifier (@drewcare.id) • Instagram photos and videos

Maka dari itu, risiko-risiko seperti alergi kambuh, kualitas udara memburuk, penyakit dan kuman menyebar, atau yang semisalnya akibat penggunaan air cooler dapat Anda atasi dengan DREW.

Apa Saja Keuntungan yang Ditawarkan Air Cooler?
Jika masih ragu, berikut beberapa alasan mengapa Anda sebaiknya memilih air cooler sebagai penyejuk ruangan:

1. Mobilisasinya mudah
Ukuran air cooler relatif lebih kecil bila dibandingkan AC, biasanya ada roda pada bagian bawahnya sehingga mudah untuk dipindahkan ke mana saja. Ini tentu menjadi keuntungan tersendiri karena lokasi pemanfaatannya dapat diatur sesuka hati sesuai kebutuhan.

2. Cara perawatannya praktis
Air cooler bisa Anda rawat dan bersihkan sendiri tanpa perlu bantuan jasa profesional. Pasalnya, hanya perlu menukar air di dalam kotak serta menghilangkan debu yang mungkin menempel. Teknis perawatan semacam ini juga akan berimbas pada hematnya biaya pengeluaran.

3. Biaya listriknya lebih hemat
Berbeda dengan AC, air cooler tidak memanfaatkan kompresor. Dengan demikian, listrik yang dibutuhkan pun relatif lebih kecil. Biasanya, pada penggunaan 24 jam, konsumsi listriknya kurang lebih 10-15 persen dibanding AC.

Bagaimana Air Cooler Bekerja?
Jika air cooler tidak memanfaatkan kompresor, lalu bagaimana cara kerjanya?

1. Udara masuk
Tahukah Anda bahwa air cooler menggunakan kipas untuk menyedot udara panas? Kipas ini terletak di bagian belakang. Kemudian, udara tersebut siap berinteraksi langsung dengan air yang ada di alat pendinginnya sehingga menyebabkan partikel-partikel air terserap.

2. Jumlah partikel air yang terserap
Jumlah partikel air yang terserap relatif terhadap tingkat kelembapan udara. Sejalan dengan hal ini, udara akan mulai mendingin akibat adanya penguapan. Dalam istilah lain, kerap disebut proses pendinginan evaporatif.

3. Pendinginan evaporatif
Pendinginan evaporatif merujuk pada perubahan wujud partikel air menjadi gas. Selain itu, terjadi pula konversi energi di mana partikel air akan memanfaatkan energi panas pada udara sebagai bahan bakar untuk menghasilkan partikel gas. Dengan begitu, suhu udara yang panas mengalami penurunan, dan pada waktu bersamaan, udara dari air cooler menjadi lebih dingin.

Ingin Beli, tapi Masih Bingung Bagaimana Menggunakan Air Cooler dengan Benar?
Agar air cooler bisa berfungsi secara optimal, perhatikan dua aspek terpenting di bawah ini:

1. Identifikasi air flow
Air flow adalah indikator penting yang harus Anda pahami saat ingin membeli air cooler, di mana tinggi atau rendahnya akan berpengaruh terhadap volume udara yang dihasilkan. Dengan kata lain, ruangan akan semakin cepat sejuk jika air flow berukuran besar.

2, Harus tersedia ventilasi
Pada ruangan yang ingin Anda pasangi air cooler harus ada ventilasinya. Pasalnya, fungsi air cooler tak hanya menyejukan, melainkan juga melembabkan udara. Jadi, pastikan Anda tersedia ventilasi untuk membantu proses penguapan agar sirkulasi udara dalam ruangan tetap stabil.

Bagaimana Sebaiknya Merawat Air Cooler agar Awet?
1. Bersihkan secara berkala
Isi air cooler Anda dengan air bersih agar tidak muncul bau tak sedap atau justru menjadi sarana penyebaran penyakit. Kemudian, kuras tangki air dan bersihkan secara berkala per dua minggu.

Selain itu, media pendinginnya pun tak boleh luput dari proses pembersihan. Caranya, lepaskan dari air cooler, lalu sikat, dan akhiri dengan guyuran air hingga bersih.

2. Hindarkan dari guyuran air langsung dan menyeluruh
Air cooler akan rusak jika panel tombol (PCB) diguyur air secara menyeluruh. Faktor kerusakannya berkaitan dengan listrik, yang mana bisa jadi perangkat elektronik satu ini tak bisa berfungsi lagi. Kecuali memang didesain weather resistant, jangan sampai Anda membasahi keseluruhan air cooler.

DREW Air Purifier (@drewcare.id) • Instagram photos and videos

Sekarang, apakah Anda tertarik membeli air cooler untuk menyejukkan udara di rumah? Dampingi juga dengan air purifier agar ruangan Anda terbebas dari partikel berbahaya secara maksimal. Segera kunjungi drewcare.id jika ingin mendapatkan air purifier terbaik sebagai pelengkap. DREW menyediakan berbagai macam produk air purifier dengan keunggulan dilengkapi UVC, mampu memperbaiki kualitas udara, mengurangi faktor risiko alergi, dan sebagainya, harganya pun terjangkau.