New Normal di Masa Pandemi

Pandemi Corona mengharuskan seluruh lapisan masyarakat untuk mengubah kebiasaan atau perilaku dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dengan selalu menerapkan protokol kesehatan. Perubahan kebiasaan atau perilaku tersebut disebut dengan ‘new normal’ kini dunia sedang tidak baik-baik saja. Fase ‘new normal’ ini dimaksudkan supaya masyarakat tetap bisa menjalankan kehidupan sehari-hari.

 

Apa Makna New Normal?

Pemerintah Indonesia menerapkan istilah ‘new normal’ untuk menggambarkan skenario yang dilakukan untuk mempercepat penanganan virus Corona dalam aspek kehidupan seperti sosial, ekonomi, dan kesehatan. Skenario ini sudah dipertimbangkan dengan sangat matang oleh pemerintah. Masyarakat benar-benar menjalani kehidupan sehari-hari yang berbeda dari kehidupan normal biasanya.

Kehidupan new normal sama artinya dengan hidup ‘berdampingan’ atau berdamai dengan virus Corona karena virus ini bertahan hidup di muka bumi dalam waktu yang lama. Tentu saja harus dibarengi dengan protokol kesehatan yang ketat supaya tidak mudah tertular virus tersebut. Manusia memiliki pengalaman hidup dan sejarah saat berdampingan dengan virus demam berdarah, HIV, dan influenza.

 

Apakah Ada Dampaknya?

Perubahan aktivitas di era new normal memberikan dampak di berbagai sektor. Dampak tersebut bisa dilihat dari banyaknya PHK di beberapa perusahaan karena pemasukan tidak sebanyak saat sebelum virus Corona menyerang. Selain itu, usaha di berbagai bidang seperti pariwisata, penjualan retail, transportasi online, dan lain sebagainya menjadi sepi dan parahnya lagi menjadi bangkrut.

Sehingga seiring berjalannya waktu dengan melihat kondisi seperti itu membuat pemerintah memutar otak dengan mulai melonggarkan kebijakan yang berkaitan dengan mobilitas warganya. Namun, kelonggaran kebijakan ini dibarengi juga dengan peraturan tertentu melihat peningkatan jumlah pasien Covid-19. Pemerintah menerapkan kebijakan seperti PSBB dan kini berubah menjadi kebijakan PPKM. 

 

Perubahan Apa yang Terjadi di Era New Normal?

Dalam kehidupan new normal ini, semua lapisan masyarakat dipaksa untuk menjalani kehidupan dengan segala keterbatasan dalam berinteraksi dengan orang lain dalam segala aspek. Masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah apabila tidak ada kepentingan yang benar-benar mendesak kecuali jika memang aktivitas tersebut tidak bisa dilakukan di dalam rumah.

Ketika menjalankan kehidupan new normal, masyarakat tidak lagi bisa menjalani kehidupan yang sama seperti biasanya. Ada banyak sekali perubahan yang membuat ruang gerak masyarakat tidak sebebas sebelum virus Corona menyerang. Perubahan ini dimaksudkan agar tidak semakin banyak nyawa yang melayang akibat terpapar virus Corona.

 

New Normal di Masa Pandemi

 

Penerapan Apa Saja yang Dilakukan di Era New Normal?

  • Penerapan WFH

WFH atau Work From Home merujuk pada kegiatan bekerja dari rumah tanpa harus ke kantor. Kegiatan WFH ini dilakukan dengan bantuan beberapa aplikasi smartphone, laptop atau komputer yang dilakukan secara online seperti zoom, google meeting, dan lain sebagainya. Penerapan WFH hanya ditujukan untuk pekerjaan yang bisa dilakukan dari rumah.

Pekerjaan yang termasuk esensial dalam sektor pelayanan publik seperti perawat, dokter, polisi, tentara, penjual di pasar, buruh pabrik, tukang bangunan dan lain-lain tidak menerapkan sistem WFH. Akan tetapi mereka yang bekerja di luar rumah tetap harus menerapkan prokes atau protokol kesehatan yang ketat karena sangat rawan tertular dari orang lain.

  • Penerapan pembelajaran daring

Pembelajaran daring atau online diterapkan pada anak-anak sekolah, kuliah, hingga guru atau dosen. Jika biasanya pembelajaran dilakukan secara tatap muka di sekolah atau kampus, maka ketika era new normal semua kegiatan berubah menjadi pembelajaran daring yang dilakukan di rumah masing-masing dengan bantuan smartphone, laptop, atau komputer. 

Pembelajaran daring awalnya membutuhkan adaptasi karena sebelumnya tidak pernah ada pembelajaran yang dilakukan secara online seperti ini. Meskipun ada, biasanya bukan kegiatan utama sekolah atau kampus melainkan les atau bimbel yang dilakukan secara online. Saat new normal, pembelajaran daring diterapkan untuk seluruh kegiatan utama sekolah atau kampus.

  • Penerapan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah

Kehidupan new normal sangat berbeda dengan kehidupan sebelum virus Corona menyerang. Di mana biasanya masyarakat dengan bebas bepergian kesana kemari tanpa harus memakai masker, tanpa harus mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setiap waktu, menjaga jarak minimal 1 meter, dan lain lain, maka di era new normal ini diterapkan protokol kesehatan.

Hal ini dimaksudkan agar jumlah ‘korban’ dapat diminimalisir sehingga tidak semakin banyak nyawa yang melayang akibat terpapar virus Corona. Protokol kesehatan wajib diterapkan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa pandang bulu. Selain menerapkan prokes, masyarakat dilarang memegang area wajah sebelum mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun.

 

 

Apa Saja Protokol Kesehatan yang Diterapkan?

Di Indonesia, penerapan protokol kesehatan dikenal dengan sebutan 5M. Prokes 5M ini dilakukan guna mencegah penularan dan penyebaran virus Corona. Masyarakat wajib melakukan 5M ketika sedang beraktivitas di luar rumah dan berinteraksi dengan orang lain. Berikut penerapan protokol kesehatan 5M yang dimaksud:

  • Memakai masker

Pemerintah mewajibkan penggunaan masker untuk masyarakat saat melakukan aktivitas di luar rumah dan melakukan interaksi dengan orang lain. Masker harus digunakan agar dapat mencegah penularan virus Corona yang menular dari orang lain melalui percikan air liur atau droplet ketika sedang berbicara, tertawa, batuk, atau bersin.

  • Mengurangi mobilitas

Jika memang tidak ada kepentingan atau keperluan yang mendesak, sebaiknya masyarakat tidak keluar rumah supaya bisa mencegah resiko tertular virus Corona. Ada beberapa titik pusat mobilitas masyarakat yang menjadi sumber penularan sehingga sebaiknya masyarakat tidak banyak menghabiskan waktu di luar rumah kecuali memang ada keperluan mendesak.

  • Menjaga jarak

Masyarakat juga harus menerapkan untuk melakukan jaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter supaya terhindar dari percikan air liur atau droplet. Karena droplet itulah yang dapat menularkan virus, terlebih lagi jika orang lain tidak memiliki gejala apapun dan ternyata kondisinya sebenarnya sedang positif Covid-19.

  • Mencuci tangan

Mencuci tangan adalah salah satu prokes yang cukup efektif untuk pencegahan penularan virus Corona. Masyarakat disarankan untuk mencuci tangan minimal 20 detik untuk hasil maksimal. Mencuci tangan harus menggunakan sabun dan air mengalir supaya virus yang menempel di tangan dapat terbunuh.

  • Menjauhi kerumunan

Ketika sedang beraktivitas di luar rumah, pemerintah menyarankan agar masyarakat menjauhi kerumunan yang berpotensi besar dalam penularan virus Corona. Semakin sering dan semakin banyak bertemu orang lain, maka resiko terinfeksi virus Corona juga semakin besar. Sehingga masyarakat diminta untuk menjaga diri sendiri terutama bagi ibu hamil dan lansia.

 

Oleh karena itu, masyarakat wajib menerapkan protokol kesehatan ketika menjalani aktivitas di era new normal ini. Penerapan protokol kesehatan di era new normal akan menjadi sebuah kebiasaan yang dapat menjaga masyarakat dari mudahnya penularan virus Corona. Hal ini juga dapat menekan laju peningkatan angka kematian akibat terpapar virus tersebut.