Pencegahan Penularan Virus Corona

Dunia sedang berduka karena diserang wabah penyakit yang mengakibatkan banyak sekali nyawa melayang. Wabah penyakit ini disebabkan oleh virus jenis baru bernama novel coronavirus atau yang lebih dikenal dengan Covid-19 atau corona. Negara China, tepatnya kota Wuhan adalah negara pertama yang terjangkit infeksi virus ini. Semakin lama, virus corona menyebar ke seluruh negara.

 

Mengenal Virus Corona

Virus corona merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan manusia dan menyebabkan sistem pernapasan manusia terganggu mulai dari yang ringan hingga infeksi paru-paru yang berat. Bahkan, virus ini bisa menyebabkan kematian karena orang yang terpapar biasanya mengalami sesak napas sampai kehabisan oksigen. Kabar buruknya, virus corona mudah sekali menular ke sesama manusia.

Selain mudah menular, virus corona dapat menyerang siapa saja dari berbagai kalangan usia, baik bayi, anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia. Ibu menyusui dan ibu hamil yang terpapar virus ini bisa sangat membahayakan bayinya. Penularan virus ini yakni melalui droplet atau percikan dahak yang keluar dari saluran pernapasan baik ketika berbicara, tertawa, batuk, hingga bersin.

Droplet inilah yang mengandung virus corona dan bisa menular ke orang lain melalui mata, mulut, dan hidung sehingga pemakaian masker harus dibiasakan. Virus akan sangat mudah menyerang orang yang tidak menggunakan masker dan mudah sekali menyebar di ruangan tertutup dengan sirkulasi udara yang terbilang kurang baik.

Virus ini juga mudah sekali menyebar jika orang lain melakukan kontak erat dengan orang yang terinfeksi. Karena penyebarannya sangat cepat, oleh karena itu beberapa negara mengambil kebijakan lockdown. Sedangkan di Indonesia mengambil kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan kini penerapannya berubah menjadi PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).

 

Gejala Infeksi Virus Corona

Gejala infeksi virus corona pada umumnya akan muncul dalam waktu 2 hari hingga 14 hari setelah seseorang terpapar virus ini. Sebagian orang yang terinfeksi virus ini mengalami penurunan oksigen meskipun tidak ada gejala apapun. Kondisi tersebut dinamakan dengan happy hypoxia. Di pertengahan tahun 2021 muncul varian virus corona baru yang efeknya lebih mematikan.

Sehingga ada 3 varian virus corona yang kini menyebar di berbagai negara yakni varian alpha, varian beta, dan varian delta. Ketiga varian tersebut menunjukkan gejala yang berbeda satu sama lain, akan tetapi varian delta yang paling mematikan. Untuk bisa mengetahui adanya infeksi virus corona di dalam tubuh, maka seseorang harus melakukan swab antigen atau PCR.

 

Berikut beberapa gejala infeksi ketiga varian virus corona :

  1. Varian alpha

Varian ini adalah sebutan untuk virus corona B117 yang teridentifikasi pada akhir tahun 2020 lalu di Inggris. Beberapa gejala infeksi virus corona varian alpha antara lain demam, batuk, sesak napas, mual, pusing, sakit tenggorokan, nyeri otot dan kelelahan, hilang penciuman dan hilang rasa, serta malaise atau rasa tidak enak badan.

  1. Varian beta

Varian beta yang pertama kali teridentifikasi di Afrika Selatan pada bulan Oktober 2020 ini adalah sebutan untuk virus B1351. Varian ini dianggap 50% lebih mudah menular dibandingkan dengan varian alpha. Beberapa gejalanya antara lain ruam kulit, kebingungan, diare, nyeri otot, sakit kepala, anosmia atau hilang penciuman, diare, sakit, perut, hingga batuk terus-menerus.

  1. Varian delta

Virus B1617 yang merupakan sebutan untuk virus corona varian delta ini pertama kali teridentifikasi di India. Varian ini bermutasi dan mudah sekali menular. Varian delta menyebabkan gejala yang dapat menghindari sistem imun tubuh dan lebih parah seperti mual atau muntah, hilang bau atau hilang rasa, sesak napas, demam, sakit kepala, hingga diare.

 

Komplikasi Virus Corona

Virus corona bisa menyebabkan komplikasi pada kasus yang parah seperti gagal ginjal, infeksi paru-paru atau pneumonia, acute cardiac injury, acute respiratory distress syndrome, hingga kematian. Selain komplikasi, muncul istilah long haul covid-19 dimana istilah tersebut merujuk pada seseorang yang telah dinyatakan sembuh dengan hasil pemeriksaan PCR negatif.

Akan tetapi meskipun sudah negatif, beberapa gejala seperti nyeri sendi, sulit berkonsentrasi, lemas, nyeri dada, batuk, demam yang hilang timbul, serta jantung berdebar masih tetap dirasakan. Bahkan, seseorang yang sudah dinyatakan negatif juga mengalami kemungkinan tidak bisa mencium bau atau anosmia maupun hilang rasa dalam waktu lama atau lebih parahnya permanen.

 

Langkah yang Dilakukan Jika Terinfeksi Virus Corona

Ketika merasakan beberapa gejala infeksi virus corona baik varian alpha, beta, maupun delta kemudian dinyatakan positif covid, maka seseorang harus melakukan beberapa langkah untuk mencegah penularan virus kepada orang lain. Beberapa langkah tersebut antara lain :

  1. Melakukan isoman atau isolasi mandiri

Langkah ini wajib dilakukan oleh orang yang dinyatakan positif covid. Isolasi mandiri bisa dilakukan dengan cara memisahkan diri dari keluarga yang tinggal serumah. Hal ini bisa diterapkan dengan menggunakan ruangan tersendiri untuk isolasi mandiri, tidak menggunakan kamar mandi yang sama dengan anggota keluarga lainnya, dan lain sebagainya.

  1. Menghubungi pihak rumah sakit atau pelayanan kesehatan jika gejala memburuk

Apabila gejala yang timbul semakin memburuk, orang yang positif covid sebaiknya menghubungi pihak rumah sakit maupun layanan kesehatan lainnya untuk menjemput ke rumah. Perawatan akan lebih intensif jika ditangani oleh pihak rumah sakit atau layanan kesehatan lainnya supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

  1. Tidak keluar rumah ketika menjalani isoman

Untuk mencegah penularan virus, sebaiknya orang yang positif covid tidak keluar rumah sampai benar-benar sembuh dan dinyatakan negatif. Jika membutuhkan sesuatu, bisa menghubungi anggota keluarga melalui ponsel agar disiapkan kebutuhannya dan diberikan dengan ditaruh di depan ruangan yang digunakan untuk isoman.

 

Tips Pencegahan Virus Corona 

Setiap negara menerapkan prokes atau protokol kesehatan agar penularan virus corona tidak semakin meluas. Oleh karena itu, ada beberapa tips yang bisa dilakukan supaya tidak terpapar virus corona antara lain :

  1. Menerapkan physical distancing

Physical distancing adalah aktivitas untuk menjaga jarak dari orang lain minimal 1 meter. Aktivitas ini diterapkan pada seluruh kegiatan di luar rumah seperti beribadah, berbelanja di pasar, supermarket, dan tempat lainnya yang rawan berkerumun.

  1. Menggunakan masker saat beraktivitas di tempat umum

Ketika keluar rumah, masker adalah barang wajib yang harus digunakan. Bahkan, kini masker harus digunakan dobel agar lebih aman. Masker dobel bisa berupa masker bedah di bagian dalam dan masker kain di bagian luar.

 

Virus corona termasuk virus yang mematikan sehingga siapapun harus waspada, salah satunya dengan selalu menerapkan prokes atau protokol kesehatan. Penularan virus corona terutama varian delta termasuk sangat cepat sehingga prokes harus selalu diterapkan ketika sedang beraktivitas keluar rumah. Selain prokes, melakukan vaksinasi yang direkomendasikan agar meminimalisir resiko tertular.