Pengaruh Hujan Asam terhadap Kesehatan

Mungkin istilah hujan asam masih asing di telinga masyarakat. Memang ketika dilihat sangat mirip dengan hujan air biasa. Akan tetapi perbedaannya yakni setiap tetesan air hujan asam mempunyai tingkat keasaman pada cairannya lebih tinggi. Hujan asam termasuk fenomena alam sebagai bentuk pengendapan atau presipitasi dengan kandungan asam seperti nitrat atau asam sulfat.

Apa Dampaknya Terhadap Kesehatan?
Terbentuknya hujan asam berasal dari polusi udara yang merupakan hasil proses pembakaran dari bahan bakar mesin industri dan kendaraan bermotor. Hujan asam terdiri dari partikel-partikel berbahaya seperti nitrogen oksida dan sulfur dioksida yang memiliki dampak negatif terhadap kesehatan apabila manusia terpapar dalam jangka panjang atau dalam jumlah yang berlebihan.

Berdasarkan penelitian, senyawa partikel yang dibawa oleh hujan asam mempunyai dampak negatif terhadap kesehatan, terutama bagi lansia, anak-anak, penderita gangguan jantung dan paru-paru, serta para pekerja luar ruangan. Dampak negatif ini berkaitan erat dengan berbagai gangguan pernapasan dan penyakit jantung.

Gangguan pernapasan yang dimaksud adalah iritasi tenggorokan, batuk kering, asma, dan penyakit saluran pernapasan kronis dan akut. Selain itu, hujan asam juga menyebabkan iritasi hidung dan mata, sakit kepala, dan kanker paru-paru. Biasanya dampak negatif tersebut tidak dirasakan oleh manusia secara langsung, sehingga Anda sebaiknya segera memeriksakan ke dokter saat mengalami gejala.

Seperti Apa Hujan Asam Itu?
Dibandingkan dengan hujan air biasa yang mempunyai pH sekitar 6 dan termasuk normal, pH hujan asam 5,6 dimana tingkat keasamannya termasuk di bawah normal. Dikatakan hujan asam karena air hujannya mengandung CO2 atau karbondioksida dan merupakan asam lemah. Hujan ini bisa terjadi saat NOX atau nitrogen oksida dan SO2 atau sulfur dioksida diangkut arus udara dan juga angin.

Kemudian kedua senyawa tersebut menyebar ke atmosfer. Sumber kedua senyawa tersebut adalah berasal dari mesin industri, kilang minyak, industri manufaktur, proses pembakaran dari bahan bakar di pembangkit masker berupa fosil serta asap kendaraan bermotor. Selain itu, letusan dari gunung berapi juga termasuk sumber kedua senyawa yang menyebar di udara.

Nitrat dan asam sulfat terbentuk akibat reaksi senyawa NOX dan SO2 terhadap oksigen, air, serta bahan kimia yang lain sehingga saling bercampur sebelum hujan asam turun. Hujan asam tak hanya berdampak pada kesehatan manusia saja, melainkan juga berpengaruh terhadap bangunan, tanah, hewan, serta tanaman. Bahkan, komposisi air dan tanah dapat berubah akibat hujan asam ini.

Tips Pencegahan Hujan Asam
Hujan asam dapat dicegah dengan melakukan beberapa aktivitas tertentu antara lain:
1. Lebih menghemat listrik
Potensi terjadinya hujan asam bisa dicegah dengan penghematan listrik. Selain mengurangi pembengkakan biaya listrik, hemat listrik juga berpengaruh untuk meminimalisir hujan asam. Anda bisa memilih berbagai peralatan untuk rumah tangga seperti AC, mesin cuci, kulkas, dan lampu yang hemat energi. Ketika tidak digunakan, sebaiknya dimatikan saja agar hemat listrik.


2. Lebih menghemat bahan bakar kendaraan
Polusi udara yang menjadi penyebab hujan asam salah satunya adalah karena asap yang berasal dari kendaraan bermotor. Oleh karena itu, Anda bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi jika memang tidak terlalu mendesak. Bahan bakar fosil yang digunakan oleh kendaraan pribadi dapat memicu polusi udara dan meningkatkan resiko terjadinya hujan asam.

Solusinya, sebaiknya Anda memilih kendaraan pribadi dengan emisi yang rendah dan ramah lingkungan. Selain itu, Anda juga disarankan untuk lebih menggunakan transportasi umum ketika akan bepergian. Jika jarak dari rumah menuju ke lokasi tidak terlampau jauh, Anda bisa menggunakan sepeda maupun jalan kaki untuk meminimalisir polusi udara.

3. Membatasi bahan bakar fosil untuk mesin industri
Perusahaan yang masih menggunakan bahan bakar fosil untuk kebutuhan pengoperasian mesin industri, sebaiknya mulai beralih ke sumber energi yang terbaru seperti mikrohidro, angin, tenaga surya, dan lain sebagainya. Penggunaan beberapa sumber energi terbaru tersebut dapat membantu dalam meminimalisir terjadinya hujan asam.

Dampak Lainnya Selain dari Segi Kesehatan
Hujan asam memiliki pengaruh dalam hal lainnya selain dari segi kesehatan seperti:
1. Perairan
Fenomena hujan asam memiliki pengaruh besar terhadap habitat perairan. Bahkan, efek dari hujan asam paling bisa dirasakan dalam habitat ini. Dampak hujan asam di habitat perairan mengakibatkan kematian beragam jenis spesies biota air yang hidup di dalam sungai dan danau. Hal tersebut disebabkan tingkat keasaman dalam air sungai dan danau meningkat.

Biota air yang terbiasa hidup dalam lingkungan dengan pH normal tidak akan mampu untuk bertahan dalam lingkungan dengan pH asam. Tentu saja hal ini akan berpengaruh juga pada rantai makanan yang berkaitan dengan biota air seperti spesies yang hidup bukan di perairan seperti burung.

2. Hutan
Hutan yang rimbun dan kaya akan kandungan oksigen menjadi sirna akibat dari hujan asam. Air hujan biasa akan membantu melarutkan berbagai nutrisi penting sebagai bekal perkembangan dan pertumbuhan pohon-pohon yang hidup di hutan dengan cara merembes ke dalam tanah. Namun, tidak dengan air yang bersumber dari hujan asam.

Air hujan asam mengandung zat-zat berbahaya seperti alumunium yang berpengaruh buruk jika jatuh ke tanah dan mempengaruhi hilangnya lapisan yang melindungi daun. Imbasnya adalah fotosintesis daun tidak berproses dengan baik. Selain membuat pohon-pohon menjadi rusak, ekosistem yang hidup dalam hutan juga akan mati.

3. Kerusakan bangunan
Selain berpengaruh terhadap makhluk hidup, hujan asam juga berpengaruh terhadap objek seperti kendaraan, monumen, hingga bangunan patung. Hujan asam mengandung senyawa kimia yang menyebabkan benda logam mengalami karat atau korosi. Jika logam berkarat, maka akan menjadi cepat keropos dan rapuh.

Bahkan, berbagai fasilitas umum juga mendapatkan imbas dari terjadinya hujan asam. Sebagai contoh, jembatan penyeberangan yang terbuat dari besi menjadi berkarat karena terguyur hujan asam, tentunya hal tersebut akan membahayakan manusia yang menyeberanginya. Selain jembatan, bebatuan untuk bahan bangunan juga menjadi lapuk dan usang karenanya.

Penerapan Prinsip R3


Prinsip R3 terbilang efektif dalam pencegahan hujan asam. Berikut penjelasan singkatnya:

1. Reuse
Penggunaan barang-barang harus lebih hemat. Tidak perlu membeli baru jika masih layak pakai. Anda bisa menggunakan kembali barang-barang lama yang masih bisa berfungsi.

2. Recycle
Barang-barang yang sudah tidak dipakai bisa dicoba untuk didaur ulang agar bisa dimanfaatkan kembali.

3. Reduce
Barang-barang yang tidak perlu sebaiknya dikurangi agar tidak menumpuk di dalam rumah dan menyebabkan kurangnya udara bersih.

Kesimpulannya, hujan asam merupakan fenomena yang sangat membahayakan kesehatan manusia karena dapat menyebabkan berbagai macam penyakit terutama terkait dengan pernapasan. Oleh karena itu, Anda bisa cek web drewcare.id untuk mendapatkan produk-produk air purifier yang dapat membantu mengurangi polusi udara yang tersebar di dalam rumah atau ruangan kerja Anda.