Polusi Udara serta Cara Pencegahannya

Udara yang tercemar dengan berbagai partikel berbahaya tidak hanya merusak lingkungan alam, tetapi dapat pula mengganggu kesehatan. Partikel-partikel tersebut berasal dari berbagai macam sumber, mulai dari asap rokok, asap pabrik atau hasil industri, pembakaran sampah atau bahkan hutan, hingga asap kendaraan bermotor.

Menghindari Bahaya Polusi
Untuk mengurangi resiko terkena dampak buruk dari polusi udara tentu saja hal yang mungkin dapat Anda lakukan yakni dengan menghindari sumber polusi tersebut. Anda dapat melakukan beberapa tips di bawah ini untuk menghindari sumber polusi udara:

1. Membatasi penggunaan alat yang dapat menimbulkan polusi
Tidak sedikit orang yang belum tahu bahwa terdapat banyak benda di sekitar rumah yang ternyata dapat menjadi sumber dari munculnya polusi udara. Misalnya seperti pembersih lantai dan obat nyamuk dengan bau yang menyengat, bahkan pengharum ruangan juga dapat menjadi sumber polusi.

Setelah mengetahui hal ini, Anda dapat lebih membatasi penggunaan dari berbagai produk yang dapat memunculkan polusi udara tersebut. Apabila sangat dibutuhkan, Anda dapat menggunakan produk tersebut di area yang tidak banyak dijangkau orang.

2. Menjaga kebersihan serta meletakkan tanaman yang dapat menyerap polusi
Peletakan tanaman di dalam rumah merupakan salah satu cara alami dan praktis yang dapat dilakukan untuk menghindari polusi udara. Beberapa jenis tanaman yang dapat menyerap polusi diantaranya adalah tanaman lili paris, bunga krisan, pohon dracaena, serta masih banyak lagi tanaman yang lain.


Dampak yang Ditimbulkan Polusi Udara
Udara yang tercemar tidak dapat dianggap sebagai masalah sepele dalam kehidupan, sebab dampak yang dapat timbul dari polusi udara cukup berbahaya bagi kesehatan tubuh. Mulai dari gangguan pernapasan, gangguan mental, hingga gangguan pada janin dapat ditimbulkan oleh polusi udara.

1. Gangguan pada saluran pernapasan
Saluran pernapasan merupakan sistem organ pada tubuh manusia yang paling sering terdampak oleh adanya polusi udara. Polusi udara membawa berbagai partikel berbahaya yang secara langsung dapat mengganggu organ-organ yang termasuk ke dalam sistem saluran pernapasan.

Hal ini dapat lebih membahayakan bagi sistem organ pernapasan pada anak, sebab paru-paru dan organ pernapasan lain pada anak masih dalam masa perkembangan. Udara yang kotor berisiko dapat merusak perkembangan organ-organ pada sistem pernapasan anak.

Terpapar polusi udara dalam jangka waktu yang panjang dapat menimbulkan berbagai penyakit saluran pernapasan, serta dapat pula memperparah penyakit yang sebelumnya sudah ada.

2. Gangguan mental
Studi terbaru menemukan bahwa terpapar polusi udara dalam rentang waktu yang cukup lama dapat memunculkan gangguan pada kesehatan mental, misalnya seperti gangguan bipolar, gangguan kepribadian, hingga depresi.


Polusi udara tidak selalu berhubungan dengan udara yang terdapat di luar ruangan. Tidak jarang, Anda akan dapat menemui polusi udara di dalam ruangan. Hal ini biasa disebabkan oleh adanya kontaminasi dari berbagai sumber polusi, seperti asap kompor, asap rokok, produk pembersih, pengharum ruangan, serta hal-hal lain yang dapat mengkontaminasi udara.

3. Gangguan pada janin
Ibu hamil yang terpapar dengan udara tercemar dapat mempengaruhi janin yang sedang dikandungnya. Kemungkinan yang mungkin terjadi pada janin tersebut, yakni dapat mengalami berbagai gangguan kognitif setelah lahir.

Selain itu, dapat pula menyebabkan bayi lahir lebih dahulu atau prematur dengan berat badan yang masih kurang.

Namun hal ini tidak begitu saja terjadi, yang penting untuk diperhatikan bagi ibu hamil, yaitu selalu menjaga kesehatan dan sebisa mungkin menghindarkan diri dari berbagai pencemaran yang ada di lingkungan.

Sumber-sumber Polusi Udara
Sumber polusi udara dapat dibagi menjadi dua, yakni polusi dari luar rumah serta polusi dari dalam rumah. Berikut ini beberapa sumber dari timbulnya masalah pencemaran udara:

1. Pabrik
Proses produksi pada pabrik seringkali menimbulkan adanya limbah asap yang membumbung dan terbaur ke lingkungan sekitarnya. Hal ini sepertinya sulit untuk dihindari, mengingat pabrik merupakan salah satu bukti dari adanya revolusi industri.

2. Berbagai produk rumah tangga
Produk deterjen dan pembersih lantai banyak mengandung klorin dan amonia, zat ini dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan sehingga dapat dikategorikan sebagai polusi udara. Anda dapat menggunakan masker serta sarung tangan untuk mengurangi resiko yang mungkin terjadi ketika akan menggunakan produk yang mengandung zat-zat tersebut.

3. Pola kota yang tidak teratur
Apabila kota memiliki pola dan penataan yang baik, tentu saja transportasi umum akan lebih efisien dan efektif untuk digunakan, sehingga banyak masyarakat yang lebih senang menggunakan transportasi umum untuk bepergian.

Namun kenyataannya pola kota belum tertata dengan baik, sehingga kendaraan pribadi masih menjadi hal yang tidak bisa dihindarkan masyarakat. Oleh sebab inilah, kesegaran udara semakin terganggu dan memicu adanya polusi udara.

4. Mebel dan karpet
Pada umumnya karpet mengandung VOC atau volatile organic compounds yang berbahaya untuk kesehatan, terutama bagi penderita alergi dan asma. Paparan dari gas VOC yang berlebihan dapat menimbulkan mual, sakit kepala, iritasi mata, dan sakit tenggorokan.


Selain itu, furnitur kayu yang masih baru juga memiliki kandungan gas berbahaya berupa formaldehida yang bisa menjadi penyebab gangguan pernapasan.

Sehingga, sebelum menggunakan karpet dan furniture baru, ada baiknya Anda menjemurnya terlebih dahulu selama sehari.

Tips Melindungi Diri dari Polusi Udara
Banyaknya zat berbahaya dari pencemaran udara membuat Anda memerlukan tips khusus untuk dapat melindungi diri sendiri, keluarga serta orang lain dari kontaminasi pencemaran udara.

1. Minimalkan penggunaan zat kimia
Berbagai peralatan dan perlengkapan rumah tangga banyak mengandung zat yang berbahaya bagi tubuh serta dapat menimbulkan polusi udara. Anda dapat menggantinya dengan pengganti yang lebih aman. Misalnya mengganti pengharum ruangan dengan bunga atau kulit jeruk.

2. Memilih rute perjalanan yang lebih sepi
Rute perjalanan yang padat pada umumnya menghadirkan keadaan udara yang tercemar dengan asap kendaraan. Maka dari itu, memilih rute yang cenderung sepi dapat Anda lakukan untuk meminimalisir berkontak dengan polusi udara.

Cara Mencegah Polusi Udara di Rumah
Sudah diketahui bahwa polusi udara tidak hanya terdapat di luar ruangan saja, tetapi juga dalam ruangan. Polusi udara di dalam rumah dapat dicegah dengan beberapa cara berikut:

1. Menanam tanaman anti polutan
Terdapat berbagai tanaman yang dapat menyerap karbondioksida (CO2) yang berbahaya bagi tubuh. Anda dapat menanam berbagai tanaman tersebut di dalam rumah demi meminimalisir polusi udara. Salah satu tanaman yang dapat Anda tanam diantaranya adalah lidah mertua. Tanaman ini dipercaya mampu menyerap polusi udara yang ada di sekitar kawasannya.

2. Memasang pembersih udara (air purifier)
Alat penyaring atau pembersih udara dapat dimanfaatkan untuk menyaring berbagai polusi udara yang mungkin ada di rumah atau bahkan mobil. Alat ini dapat meminimalisir polusi udara yang dapat berbahaya bagi tubuh.

DREW Air Purifier (@drewcare.id) • Instagram photos and videos

Apabila sedang mencari produk pembersih udara, Anda dapat mengunjungi drewcare.id yang menyediakan berbagai tipe air purifier menarik. Produk dari DREW ini mampu membantu Anda untuk mengatasi masalah polusi udara di rumah dengan fungsi utama memperbaiki kualitas udara serta mengurangi penyebaran kuman dan penyakit dengan dilengkapi UVC.