Proses Penularan TBC dan Cara Mencegahnya

Pasti sebagian dari kita tak asing dengan penyakit TBC atau Tuberkulosis. Penyakit ini adalah penyakit menular. Pada umumnya terjadinya penularan itu melalui udara. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang bernama Mycobacterium Tuberculosis. Menurut Dr. Kevin Adrian ada beberapa cara penularan penyakit TBC yang perlu Anda ketahui, bukan melalui sentuhan.

Cara Penularan
Tentu sebagian dari kita mengira bahwa penyakit TBC atau Tuberkulosis ini adalah penyakit yang hanya menyerang bagian paru-paru saja. Namun nyatanya tidak, penyakit ini juga menyerang organ lain dalam tubuh seperti ginjal, kulit, selaput otak dan tulang belakang. Penyakit ini tidak menular lewat kontak fisik seperti jabatan tangan, berbagi minuman dan makanan. Berikut cara penularannya:

1. Ketika bersin atau batuk, penderita bisa menyebarkan kuman yang terkandung dalam dahak lewat udara. Dalam sekali bersin atau batuk, penderita bisa mengeluarkan dahak kurang lebih sebanyak 3000 percikan.

2. Bakteri yang ada di udara dapat bertahan selama beberapa jam, terutama jika ruangan itu lembab serta gelap, sebelum akhirnya dihirup orang lain. Penularan dapat terjadi pada ruangan yang terdapat percikan dahak tadi.

3. Bakteri yang dihirup oleh orang itu akan langsung masuk ke paru-paru lewat saluran pernapasan dan menyebar ke organ tubuh yang lain. Oleh karena itu penyakit ini tidak hanya membahayakan paru-paru saja, tapi juga dapat menyerang organ lain.

4. Orang yang paling beresiko tertular penyakit ini adalah mereka yang tinggal atau bertemu dengan penderita seperti keluarga, teman sekelas atau teman sekantor. Tapi tidak semua yang menghirup tadi langsung terkena TBC, karena penularannya tidak semudah itu.

5. Pada beberapa kasus, bakteri yang tadi terhirup akan berdiam diri di dalam paru-paru tanpa menginfeksi orang atau tanpa menyebabkan penyakit. Bakteri itu tetap ada di tubuh, menunggu waktu yang tepat yaitu saat ketahanan tubuh kita sedang melemah.

Fase Infeksi Penyakit TBC
Jika seseorang menghirup udara yang terdapat bakteri tadi, seseorang itu akan mengalami beberapa kondisi. Kondisi yang bisa saja terjadi adalah orang itu akan mengalami TBC laten atau bahkan bisa juga mengalami TBC aktif.

1. TBC Laten
Fase ini terjadi saat badan sudah didiami oleh bakteri namun sistem imun sedang baik, jadi bakteri dapat dilawan. Dengan begini, bakteri tidak dapat menyerang dan tubuh pun tidak terinfeksi. Anda juga tidak merasakan gejala TBC dan tidak akan menularkan ke orang lain. Walau begitu, bakteri masih bisa aktif dan bisa menyerang sewaktu waktu saat sistem imun sedang lemah.

Meskipun Anda dalam kondisi ini, sebaiknya tetap periksakan diri Anda ke dokter agar mendapatkan pengobatan yang tepat. Jika seseorang yang berada dalam fase ini tidak diobati, maka akan beresiko tinggi mengalami TB aktif. Sama halnya jika penderita TBC laten ini menderita penyakit lain seperti diabetes, infeksi HIV, kurang gizi dan aktif merokok.

2. TBC Aktif
Fase ini terjadi ketika orang tersebut sudah menderita TBC. Pada fase ini, bakteri yang berada di tubuh aktif sehingga menyebabkan penderitanya merasakan gejala-gejala tuberkulosis. Penderita inilah yang dapat menularkan TBC kepada orang lain.

Maka dari itu, penderita TBC diharuskan menutup mulut saat bersin atau batuk, tidak meludah di sembarang tempat dan menggunakan masker. Penderita TBC ini juga harus memperoleh pengobatan TBC. Pengobatan ini dilakukan rutin minimal selama 6 bulan. Pengobatan yang berhenti tiba-tiba atau tidak selesai akan menyebabkan bakteri kebal terhadap obat atau TB MDR.

Pengobatan Penyakit TBC
Dalam proses pengobatan penyakit TBC ini ada beberapa fase yang harus dilalui penderita. Menurut Dr. Annisa Sutera, spesialis paru, fase itu terdiri dari fase insentif serta fase lanjutan. Berikut ini penjelasannya:

1. Fase Insentif
Tujuan dari fase ini adalah mematikan bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. Fase ini berlangsung minimal selama 6 bulan. Dua bulan yang pertama, pasien harus minum obat dengan dosis penuh, setelah itu akan dilakukan evaluasi.

Selanjutnya, empat bulan kedepan, dosis obat disesuaikan berdasarkan hasil evaluasi pasien. Pengobatan ini dilakukan minimal selama 6 bulan tetapi bisa juga diperpanjang sampai satu tahun. Tak hanya menyerang paru, penyakit ini juga bisa menyerang organ lain.

Bahkan terkadang beberapa orang yang terkena TBC ketika tes kesehatan, paru-parunya bersih, tetapi ternyata bakteri TBC itu menyerang organ lain. Oleh karena itu, pada tahap pengobatannya, dokter paru biasanya akan melakukan koordinasi bersama dokter ahli lain.

2. Fase Lanjutan
Fase ini dilakukan jika TBC pasien belum bersih, walaupun sudah mengkonsumsi obat rutin dalam kurun waktu minimal selama 6 bulan. Begitu halnya dengan pasien yang berhenti meminum obat atau mangkir hingga sampai 2 bulan.

Dokter akan menyuruh pasien agar melakukan tes dari awal, guna mengetahui bakteri ini masih dapat diobati menggunakan obat yang sebelumnya atau bakteri telah kebal dengan obat itu. Jika bakteri telah mengalami kekebalan, dokter akan menggunakan obat lain untuk mengobati pasien.

Cara Mencegah TBC
Tak perlu terlalu khawatir dengan penyakit TBC, sebab ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah penyakit ini. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah TBC:

  • Jika Anda sudah didiagnosa menderita TB laten, ikuti prosedur pengobatan yang sudah ada sebelum menjadi TB aktif. Karena lebih baik segera ditangani sejak dini.
  • Lakukan pemeriksaan, terutama bagi mereka yang beresiko terpapar virus TB. Lakukan juga imunisasi BCG, bagi orang-orang yang berpotensi besar tertular virus TB dan anak-anak.
  • Konsumsi makanan yang bergizi dan istirahat yang cukup untuk menjaga kekebalan tubuh.
  • Perbaiki sirkulasi udara yang ada di dalam rumah untuk mencegah virus dan bakteri berdiam di dalam rumah. Ventilasi udara dalam rumah Anda harus baik, usahakan cahaya matahari dapat masuk. Sebab cahaya matahari bisa membunuh virus TBC.
Fungsi Air Purifier dalam Mencegah TBC
Kita telah mengetahui bahwa pentingnya menjaga kualitas udara yang ada di dalam rumah agar mencegah terjadinya penyakit berbahaya seperti TBC. Salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah memasang air purifier di dalam rumah. Air purifier ini berfungsi untuk menyaring bakteri dan virus penyebab penyakit berbahaya yang ada di dalam rumah.

Dengan adanya air purifier, kualitas udara dalam rumah kita terjamin kebersihannya. Air purifier yang berkualitas baik bisa menjebak partikel-partikel kecil sehingga udara yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik. DREW adalah salah satu merk air purifier terbaik dengan material dan kualitas yang baik.

Diproduksi menggunakan teknologi tinggi dan bahan-bahannya diimpor langsung dari Jepang, jadi tak perlu diragukan lagi kualitasnya. Air purifier dari DREW dilengkapi dengan UVC serta memiliki berbagai macam manfaat seperti mengurangi polusi, hingga mematikan partikel berbahaya tersebut demi menjaga kualitas udara di dalam rumah kita agar tetap bersih dan aman.



Nah, tak perlu tunggu lama, segera kunjungi drewcare.id dan dapatkan produk terbaiknya. Di sana anda akan menemukan berbagai macam produk air purifier berkualitas baik dengan harga yang bervariasi. Mari mulai ciptakan lingkungan yang sehat di dalam rumah.