Proteksi Maksimal untuk Mencegah Penularan Penyakit

Sudah menjelang dua tahun, dunia digemparkan dengan adanya virus Covid-19 yang menyebabkan banyak nyawa melayang. Virus ini mudah menular melalui kontak langsung dengan penderitanya karena droplet atau percikan dari air liurnya terbawa oleh udara. Melihat kondisi seperti ini, setiap orang wajib melakukan proteksi atau perlindungan diri secara maksimal agar tidak mudah tertular penyakit.

Pedoman Penggunaan Masker yang Tepat
Masker dianggap efektif dalam mencegah penularan penyakit. Akan tetapi percuma saja jika masker tidak digunakan dengan benar, virus bisa saja masuk dengan mudah melalui celah masker yang tidak tertutup rapat. Oleh karena itu, Anda diharuskan menggunakan masker dengan pedoman yang benar sebagai berikut:

1. Cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer

Jika masker yang akan Anda gunakan masih bisa dipakai (baru dipakai sebentar keluar rumah atau belum kotor), maka hal pertama yang harus Anda lakukan sebelum menyentuh masker adalah mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun. Selain mencuci tangan, Anda juga bisa menggunakan pembersih tangan dengan antiseptik atau hand sanitizer.

2. Menggunakan masker tanpa ada celah
Setelah mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, Anda bisa memasang masker hingga seluruh area hidung, dagu, serta mulut tertutupi dengan sempurna. Pastikan tidak ada celah di antara masker dan wajah Anda supaya virus yang berasal dari droplet air liur orang lain tidak bisa masuk melalui celah tersebut.

3. Tidak menyentuh masker ketika digunakan
Bagian luar masker adalah bagian yang paling rawan jika Anda menyentuhnya. Fungsi masker adalah mencegah droplet, sehingga jika ada droplet yang mengandung virus, maka akan terhalang oleh bagian luar masker yang Anda gunakan. Sehingga hindari untuk menyentuhnya ketika digunakan, jika sempat tersentuh, segera cuci tangan atau gunakan hand sanitizer.

4. Tidak membuka masker jika tidak terlalu penting
Membuka masker hanya boleh Anda lakukan ketika akan makan, minum, atau keperluan lainnya yang mengharuskan membuka masker. Jika memang tidak terlalu diperlukan untuk membuka masker, sebaiknya Anda tidak perlu membukanya. Hal ini akan berakibat resiko infeksi tertular virus meningkat.

5. Mengganti masker yang sudah kotor atau lembab
Apabila masker yang Anda gunakan sudah terlihat kotor karena terlalu sering digunakan maupun sudah basah atau lembab, Anda harus membuangnya dan menggantinya dengan masker baru. Masker yang sudah lembab atau kotor sebaiknya tidak digunakan lagi karena bisa menjadi sarang penyakit.

Beberapa Jenis Masker yang Efektif untuk Proteksi
Ada beragam jenis masker yang banyak dijual di pasaran. Akan tetapi, hanya tiga jenis masker saja yang disarankan oleh para ahli karena tergolong efektif ketika digunakan untuk mencegah penularan penyakit. Setiap jenis masker mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Bentuk dan modelnya pun juga berbeda satu sama lain.

1. Masker kain
Masker ini termasuk dalam kategori masker non-medis sebagai alternatif untuk pencegahan droplet seperti dahak, air liur, maupun ingus. Walaupun non-medis, namun masker ini dianggap efektif untuk proteksi diri dari penularan penyakit. Jenis kain yang direkomendasikan adalah kain katun dengan jumlah lapisan 2 atau 3.

Kelebihan masker kain adalah terdapat banyak variasi yang dijual di pasaran dengan berbagai motif maupun warna polos, dapat melindungi Anda dari percikan dahak, air liur, ingus, maupun debu. Masker kain bisa dibuat sendiri sehingga lebih hemat, dan bisa dicuci berulang kali untuk digunakan lagi. Kekurangannya, masker kain menjadi tidak efektif apabila basah atau lembab.

2. Masker bedah
Masker ini merupakan masker andalah para tenaga medis seperti perawat dan dokter ketika menangani pasien. Biasanya lapisan masker ini ada tiga dan memiliki warna biru atau hijau. Masker bedah termasuk jenis masker yang efektif dalam mencegah penularan penyakit karena dapat melindungi Anda dari droplet atau percikan seperti dahak, air liur, dan ingus.

Selain itu, masker ini memiliki tiga lapisan dengan lapisan luar yang anti air, lapisan tengah berfungsi sebagai filtrasi kuman, serta lapisan dalam berfungsi untuk penyerapan cairan atau droplet yang keluar dari mulut. Akan tetapi, masker ini mempunyai kekurangan seperti hanya bisa digunakan sekali saja dan menjadi tidak efektif jika basah atau lembab.

3. Masker N95

Jenis masker ini mempunyai daya pelindung yang lebih baik daripada masker bedah. Biasanya masker ini digunakan oleh para pekerja yang turun langsung dalam menangani bahan beracun dan para tenaga sistem yang turun langsung menangani para pasien Covid-19. Masker N95 mampu menyaring partikel udara yang berukuran kecil maupun besar hingga 95%.

Kelebihannya adalah bisa menjadi proteksi dari bahan beracun, proteksi dari partikel kecil yang bisa menular melalui udara seperti virus dan proteksi dari partikel besar yang menyebar lewat udara seperti droplet atau percikan dahak, ingus, dan air liur, serta debu. Hanya saja, kekurangan masker ini sangat gerah saat digunakan dan menyebabkan kesulitan bernafas.

Tips Menggunakan Masker di Tempat Umum
Ketika berada di tempat umum, Anda harus melakukan proteksi diri secara maksimal dengan menggunakan dua masker sekaligus. Dua masker yang bisa Anda gunakan adalah masker bedah di bagian dalam dan masker kain dengan tiga lapisan di bagian luar. Terkadang penggunaan dua masker sekaligus membuat pernapasan terasa lebih sempit sehingga pemilihan jenis kainnya harus tepat.

Untuk menghindari rasa engap, Anda bisa memilih masker kain dari bahan katun dan pastikan tali pengaitnya tidak terlalu menekan kepala jika Anda menggunakan masker jenis headloop. Jika Anda menggunakan masker earloop, pastikan bagian tali pengaitnya tidak membuat telinga Anda sakit. Sehingga usahakan memilih jenis kain yang membuat Anda nyaman.

Tips Proteksi Lebih Maksimal selain Menggunakan Masker
Selain menggunakan masker, Anda juga harus rutin berolahraga, selalu mengonsumsi makanan bernutrisi, serta cukup istirahat. Beberapa aktivitas tersebut merupakan bentuk dari pola hidup sehat yang bisa membantu Anda agar tidak mudah tertular penyakit. Jika memang tidak ada kepentingan yang mendesak, sebaiknya Anda stay at home dan selalu menerapkan pola hidup sehat.

Minum Vitamin Sebagai Tambahan Proteksi
Selain menerapkan pola hidup sehat, Anda juga disarankan untuk rutin minum vitamin yang dapat menjaga daya tahan tubuh secara maksimal. Ada banyak jenis vitamin untuk daya tahan tubuh yang bisa Anda pilih sesuai dengan tingkat kecocokan. Vitamin berperan sebagai proteksi tambahan agar Anda tidak mudah terserang penyakit.


Oleh karena itu, agar mencegah tertular penyakit, Anda bisa menggunakan masker bedah atau N95 atau masker kain setiap keluar rumah. Ketika di rumah, Anda bisa menggunakan produk air purifier dari drewcare.id supaya udara di dalam ruangan tetap bersih dan segala jenis partikel berbahaya seperti virus, bakteri, debu, dan lain-lain bisa dihilangkan.