Tips Meminimalisir Reaksi Alergi Debu

Debu yang kotor dan terlalu banyak berkeliaran di udara berisiko tinggi untuk menimbulkan alergi debu. Menurut ahli imunologi dan konsultan mengenai penyakit alergi yakni dokter Mansi, alergi debu yang dialami manusia biasanya menunjukkan gejala seperti pilek, bersin, dan hidung tersumbat. Tidak hanya itu, namun ternyata ada langkah yang bisa ditempuh untuk mengurangi reaksi itu.

Cara Meminimalisir Reaksi Alergi Debu

Mata manusia tidak bisa melihat debu yang berada di udara, sehingga terkadang akan terasa sulit untuk mendeteksi apakah udara yang sedang dihirup sehat atau tidak. Namun, langkah paling utama yang bisa dilakukan agar tidak mengalami reaksi alergi debu adalah dengan menjauhkan diri dari tempat yang banyak debu.

Namun, jika debu di dalam rumah sangat banyak maka hal tersebut tentunya akan merepotkan dan mampu memicu reaksi alergi debu. Karena itu, Anda dapat melakukan hal yang tertera di bawah ini agar tidak mengalami alergi terhadap debu:

  • Senantiasa mencuci tirai, seprai, dan selimut menggunakan air yang suhunya ada di atas 50 derajat agar tidak ada tungau yang menempel.
  • Hindari menaruh banyak benda yang kurang penting seperti buku, hiasan dinding, boneka, bunga buatan, atau boneka di dalam rumah agar debu tidak menempel pada benda tersebut.
  • Apabila ingin membersihkan perabot dan rumah Anda, selalu gunakan masker untuk melindungi hidung Anda dari paparan debu yang beterbangan.
  • Usahakan untuk selalu membersihkan perabotan secara rutin, terutama pada tempat yang selalu diabaikan dan tidak pernah terlihat sebelumnya seperti bagian bawah sofa, bagian atas bingkai foto, dan bagian atas kasur.
  • Usahakan untuk menggunakan furnitur yang terbuat dari kulit, kayu, vinil, atau plastik sebab benda tersebut lebih mudah untuk dibersihkan.
  • Jangan memakai selimut yang terbuat dari kain wol.
  • Bersihkan lantai dan karpet setiap hari menggunakan penyedot debu dan selalu sedot debu yang ada di bawah tempat tidur, sebab daerah tersebut merupakan spot favorit tungau.

 Gejala Alergi Debu yang Umum Terjadi

Ada beberapa reaksi dan gejala yang dialami oleh seseorang ketika mengalami alergi debu. Umumnya, beberapa gejala yang dihasilkan pada saat terkena alergi debu adalah:

  • Hidung tidak berfungsi dengan baik dan selalu tersumbat
  • Wajah terasa nyeri
  • Batuk-batuk
  • Mata mengeluarkan air dalam jumlah yang intensif
  • Pada bagian bawah kulit mata akan tampak kebiruan dan bengkak
  • Hidung mengeluarkan cairan tertentu dan terasa sedikit gatal
  • Tenggorokan akan terasa sakit
  • Bersin-bersin

Sebenarnya, gejala alergi bisa bervariasi tergantung dengan kondisi tubuh seseorang. Selain itu, gejala ini bisa dibedakan menjadi dua golongan, yakni gejala alergi debu berat dan gejala ringan. Untuk gejala ringan hanya akan terasa seperti flu biasa, namun untuk gejala berat penderita dapat mengalami serangan asma atau sesak napas yang perlu penanganan lebih lanjut.

Tips Meminimalisir Reaksi Alergi Debu 

Pemicu Terjadinya Alergi Debu

Alergi debu tidak hanya dipicu oleh debu yang menempel atau berkeliaran saja, namun juga tumbuhan atau hewan-hewan tertentu yang membuat pernapasan manusia terkena debu. Berikut ini adalah beberapa pemicu yang dapat menimbulkan gejala alergi debu:

 

  • Kecoa

Kecoa adalah serangga yang sangat menyukai tempat kotor dan suhu hangat. Kotoran yang mereka keluarkan pun memiliki alergen sehingga dapat memicu munculnya reaksi alergi pada manusia. Karena hewan ini dapat beradaptasi dengan mudah, Anda harus mampu membasmi pertumbuhan mereka dengan membersihkan rumah secara rutin.

 

  • Serbuk Sari

Serbuk sari memiliki ukuran yang sangat kecil dan berbentuk seperti bubuk pada umumnya. Serbuk ini dijadikan sebagai sarana berkembang biak bagi bunga, pohon, rumput, dan lain-lain. Karena bentuknya yang kecil, serbuk sari dapat menyebar dengan mudah melalui angin dan berkumpul bersama dengan debu.

Jika seseorang memiliki sistem pernapasan yang sensitif, maka serbuk sari yang beterbangan dapat membuat mereka mengalami reaksi alergi. Meskipun terkadang gejalanya cukup ringan, namun alangkah lebih baik apabila alergi debu ini tidak diabaikan begitu saja.

 

  • Bulu Hewan

Bulu hewan peliharaan juga menjadi salah satu faktor pemicu kemunculan reaksi alergi debu yang seringkali dianggap remeh. Kucing atau anjing terkadang memiliki debu yang menempel pada bulu mereka, sehingga jika tidak sengaja terhirup maka akan muncul reaksi alergi yang tidak bisa dihindari.

Apabila Anda memang memiliki hewan peliharaan, maka Anda harus senantiasa membersihkan bulu hewan Anda secara rutin dan jangan biarkan hewan tersebut beristirahat di kamar tidur. Hal itu karena bulu mereka bisa menempel di atas kamar tidur sehingga akan sulit untuk dibersihkan.

 

  • Spora Jamur

Terakhir, spora jamur yang terkadang tidak tampak oleh mata dan bisa ditemukan pada daerah yang lembab seperti dapur, sela-sela lemari baju, kamar mandi, atau perabotan rumah tangga. Butiran spora jamur ini mampu melayang di udara, sehingga apabila Anda menemukan jamur ini lebih baik segera bersihkan agar tidak mengalami reaksi alergi yang berlebihan.

 

Menjaga Rumah Agar Tidak Memiliki Debu

Hal utama yang bisa dilakukan agar rumah tidak memiliki debu bisa dilakukan dengan menjaga kualitas udara yang ada di rumah. Dengan begitu, maka Anda beserta keluarga dapat menikmati udara segar dengan lebih nyaman lagi. Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa ditempuh agar rumah Anda memiliki udara yang bagus:

  • Memakai Alat Pembersih Udara

Jika debu atau partikel terasa susah dihilangkan menggunakan cara manual, maka Anda dapat memanfaatkan keberadaan alat pembersih udara seperti purifier untuk menyaring debu tersebut. Alat canggih ini biasanya sudah dilengkapi dengan sistem untuk menyaring udara, sehingga tidak mengherankan apabila alat ini dianggap efektif untuk menghilangkan polutan.

 

  • Menjaga Kelembapan Udara

Udara yang lembab akan membantu mengurangi kemunculan debu pada perabotan rumah. Langkah ini bisa ditempuh dengan membuka jendela setiap hari agar udara yang ada di dalam bisa berganti dengan udara segar dari luar rumah. Selain itu, memanfaatkan keberadaan AC pun juga  mampu membantu udara agar lembab.

  • Meletakkan Tanaman di Rumah

Tanaman yang ada di dalam rumah mampu membuat udara menjadi lebih segar. Untuk itu, letakkanlah beberapa tanaman di sudut rumah agar tampak indah dan membuat udara mengalami regenerasi.

 

Manfaat Menggunakan Purifier untuk Kesehatan

Purifier tidak hanya mampu menyaring udara saja, namun alat ini juga berjasa dalam membuat kesehatan manusia selalu aman. Beberapa manfaat alat ini untuk kesehatan adalah:

 

  • Mengurangi Alergi

Alergi yang ditimbulkan karena debu dapat diatasi dengan mudah apabila memanfaatkan alat purifier. Sebab, alat ini mampu menyaring udara yang ada di sekelilingnya sehingga tidak akan ada debu yang membuat kesehatan manusia menjadi buruk.

 

  • Mengurangi Polusi Udara

Polusi udara yang ada di dalam rumah dapat dikurangi dengan menggunakan purifier. Alat ini bisa membantu kualitas udara agar senantiasa terjaga sehingga manusia di dalamnya bisa bernapas dengan mudah.

Semua manfaat purifier sangat bagus untuk mengurangi reaksi alergi debu yang berbahaya. Karena hal itulah, Anda dapat mengunjungi situs http://drewcare.id/ dan memilih jenis purifier yang mampu memenuhi tujuan tersebut. Alat ini pun dikemas dalam beberapa jenis produk, ada pula jenis yang cocok dan aman untuk anak-anak Anda.