Tips untuk Mengatasi Alergi Dingin

Alergi dingin pada dasarnya sering dialami oleh banyak orang terlebih ketika cuaca sedang tidak menentu dan terjadi perubahan suhu udara yang tidak bisa diantisipasi sebelumnya. Seseorang yang mengalami alergi dingin kemungkinan besar akan mengalami perubahan tertentu pada kulit tubuhnya, dan terkadang mereka memerlukan penanganan lanjutan untuk mengatasi hal itu.

 

Mengapa Alergi Dingin Bisa Terjadi?

Secara singkat, alergi dingin akan muncul apabila kulit terkena paparan udara ataupun air dingin. Ketika terkena suhu yang cukup dingin, tubuh penderita alergi dingin akan melepaskan zat kimia bernama histamin. Zat kimia tersebutlah yang dipercaya oleh banyak ahli kesehatan sebagai salah satu penyebab mengapa kulit bisa menimbulkan reaksi karena alergi.

 

Sebenarnya, hingga saat ini masih belum terlalu diketahui dengan jelas mengapa udara dingin dapat memicu reaksi alergi pada seseorang. Kemungkinan besar, hal tersebut disebabkan oleh kulit sensitif yang tidak tahan dengan suhu terlalu ekstrim. Selain kulit sensitif, ada pula beberapa penyebab lain yang menjadi alasan mengapa alergi dingin bisa muncul, seperti:

  • Menderita Penyakit Bawaan

Penyebab pertama yang kemungkinan besar menyebabkan seseorang mengalami alergi dingin adalah karena penderita tersebut memang sebelumnya sudah memiliki penyakit bawaan lain. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa seseorang yang memiliki hepatitis atau kanker memiliki risiko yang cukup tinggi mengalami alergi dingin dibandingkan dengan orang normal lainnya.

 

  • Genetik

Genetik ataupun keturunan dari keluarga juga menjadi salah satu penyebab utama dari alergi dingin. Terkadang, ada salah seorang di antara keluarga besar seperti orang tua yang memang memiliki alergi terhadap suhu dingin. Alergi tersebut pun akan menurun pada anaknya, dan anaknya juga memiliki kemungkinan yang besar untuk memiliki alergi.

 

  • Faktor Usia

Selain penyakit dan genetik, faktor usia juga turut serta menjadi salah satu hal yang menyebabkan kemunculan alergi dingin pada tubuh seseorang. Pada dasarnya, remaja dan anak-anak merupakan golongan usia yang paling rentan terkena alergi dingin. Akan tetapi, hal tersebut bisa sembuh secara otomatis dalam beberapa tahun tergantung dengan perkembangan sistem kekebalan tubuh mereka.

 

Gejala yang Timbul Apabila Seseorang Mengalami Alergi Dingin

Ketika mengalami alergi dingin, maka tubuh akan memunculkan beberapa gejala yang cukup mencolok dan bisa diketahui secara pasti bahwa seseorang memang mengalami alergi dingin. Beberapa gejala tersebut di antara seperti:

  • Biduran

Bisa dibilang, gejala utama yang bisa diperhatikan ketika seseorang mengalami alergi dingin yaitu akan muncul biduran pada kulitnya. Pada dasarnya, biduran merupakan bentol-bentol kecil yang muncul pada kulit dan umumnya menimbulkan rasa gatal serta warnanya tampak kemerahan. Ukurannya pun beragam, ada yang kecil sekali namun ada pula yang cukup besar.

 

Biduran akan lebih sering ditemukan pada seseorang yang terpapar udara lembab dan dingin. Apabila suhu kulit tiba-tiba menjadi hangat, kemungkinan besar gejala bisa semakin memburuk namun sebenarnya gejala ini bisa menghilang dengan sendirinya.

 

  • Beberapa Bagian Tubuh Berubah Menjadi Bengkak

Gejala lain yang akan dialami seseorang ketika mengalami alergi dingin yaitu beberapa bagian tubuhnya akan tampak bengkak. Terlebih, bagian tubuh tersebut menjadi cukup bengkak apabila menyentuh benda yang dingin. Salah satu contoh sederhananya yaitu bibir yang berubah bengkak usai mengkonsumsi minuman atau makanan yang suhunya sangat dingin.

 

  • Kulit Berubah Warna

Terakhir, kulit penderita juga akan berubah warna dengan cukup signifikan dan bisa dilihat dengan jelas. Kulit kemerahan tersebut muncul secara alami jika tubuh dan kulit terkena paparan suhu udara yang dingin, sehingga lebih baik segera pergi ke tempat yang hangat dan hindari berada di luar ruangan.

 

 

Cara yang Dilakukan untuk Mendiagnosis Alergi Dingin

Mendiagnosis apakah Anda terkena alergi dingin sebenarnya cukup mudah. Anda tinggal mencoba untuk meletakkan es batu pada kulit Anda selama kurang lebih 5 menit. Apabila kulit menunjukkan reaksi bentol merah-merah seperti biduran setelah es batu tersebut dilepaskan, maka kemungkinan besar Anda memang menderita alergi dingin.

 

Jika sudah mengetahui bahwa Anda merupakan penderita alergi dingin, maka alangkah lebih baik bagi Anda untuk menghubungi dokter terlebih dahulu untuk mengetahui secara pasti apakah penyebab kemunculan biduran tersebut. Dokter pun akan menanyakan pada Anda mengenai gejala yang dialami, riwayat penyakit, lalu Anda akan diajak untuk melakukan pemeriksaan pada fisik.

 

Tips Ampuh Mengatasi Alergi Dingin

Meskipun alergi dingin tidak terlalu berbahaya dan bisa menghilang secara sendiri, namun kondisi ini  tentu saja akan membawa dampak yang cukup negatif terlebih ketika sedang beraktivitas. Untuk itu, perlu beberapa langkah yang diterapkan agar alergi dingin tidak terjadi. Beberapa tips yang bisa Anda terapkan agar tidak terkena alergi dingin yaitu:

  • Hindari tempat yang suhunya dingin sebisa mungkin, jika memang tempat kerja mengharuskan Anda beraktivitas di luar ruangan maka usahakan melindungi diri dengan perlengkapan yang memadai.
  • Konsumsi obat-obatan yang mampu dan ampuh meredakan gejala alergi. Tetapi, pastikan bahwa obat-obatan tersebut memang sudah sesuai dengan apa yang diresepkan oleh dokter untuk menghindari kemungkinan terjadi masalah lain.
  • Gunakan pakaian yang terbuat dari kain tebal dan mampu melindungi tubuh dari suhu yang terlalu dingin.
  • Jangan mengkonsumsi makanan ataupun minuman bersuhu dingin agar tubuh tidak mengalami pembengkakan.
  • Berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu apakah Anda memang diperbolehkan untuk mengkonsumsi obat
  • Jika akan dioperasi dan harus terkena paparan suhu dingin dari AC, maka beritahu petugas medis terlebih dahulu sebelum dioperasi agar tidak muncul reaksi alergi yang mengganggu.

 

Kapan Waktu yang Tepat untuk Ke Dokter Jika Mengalami Alergi Dingin?

Gejala akibat alergi dingin pada umumnya hanya akan berlangsung selama kurang lebih 2 jam. Apabila gejala yang Anda alami hanya gejala ringan, maka cukup berkonsultasi dengan dokter secara online mengenai apa saja yang harus dilakukan pada beberapa waktu tersebut pun sudah cukup. Namun, segera kunjungi dokter atau pihak medis terdekat apabila Anda mengalami gejala seperti:

  • Sesak napas yang tidak berkesudahan seperti sedang terkena asma dan Anda tidak mampu bernapas dengan normal.
  • Muka mengalami pembengkakan yang tidak normal dan bengkak tersebut hampir mirip seperti bekas tonjokan atau perkelahian.
  • Pandangan menjadi gelap dan Anda tidak begitu mengetahui dengan jelas apa saja yang ada di hadapan Anda.
  • Jantung tiba-tiba berubah menjadi berdebar cukup keras seolah Anda selesai melakukan olahraga berat.
  • Keringat dingin bercucuran dalam intensitas yang cukup banyak dan badan Anda bergetar.

 

Jika Anda memang mengalami beberapa gejala alergi dingin yang cukup berbahaya seperti di atas, maka lebih baik Anda segera menghubungi pihak dokter atau pihak medis terdekat agar segera mendapatkan penanganan lebih lanjut. Meskipun alergi dingin tidak berbahaya seperti alergi lainnya, namun ternyata alergi ini tidak bisa diabaikan dan diremehkan begitu saja.